Apa Itu Fenomena Frugal Living yang Ramai Diadopsi Anak Muda?

Apa Itu Fenomena Frugal Living yang Ramai Diadopsi Anak Muda?

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Minggu, 10 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi hemat
Ilustrasi hemat (Foto: Getty Images/fizkes)
Bandung -

Konsep frugal living belakangan semakin ramai dibicarakan dan diadopsi generasi muda di Indonesia bahkan dunia. Tren gaya hidup ini banyak muncul di media sosial lewat konten-konten tentang berhemat dan cara pengelolaan uang.

Salah satu influencer media sosial yang dikenal karena gaya hidup frugalnya seperti Samuel Ray pun semakin banyak dikenal. Konsep frugal living dianggap dapat membantu seseorang lebih sadar dalam mengatur pengeluaran dan tidak konsumtif.

Selain itu, ada pula konsep conscious buying yang kini cukup populer di media sosial. Konsep ini menekankan kebiasaan membeli barang secara sadar dan sesuai kebutuhan. Banyak yang menyebut gaya hidup ini mirip dengan minimalisme karena sama-sama menghindari konsumsi berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Detikers tertarik untuk memulai frugal living? Simak dulu ulasan selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Frugal Living?

Frugal living sering disalahartikan sebagai hidup pelit atau terlalu menahan diri. Padahal, konsep ini sebenarnya lebih menekankan pada pengelolaan uang secara bijak dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu demi kesenangan sesaat.

ADVERTISEMENT

Dalam jurnal Lifestyle of the Tight and Frugal yang ditulis James L. Lastovicka dan rekan-rekan, frugality atau hidup frugal dijelaskan sebagai gaya hidup seseorang yang mampu menahan diri dalam membeli barang dan menggunakan sumber daya secara cermat.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa hidup frugal bukan sekadar menahan diri untuk tidak belanja. Ada tujuan jangka panjang yang biasanya ditargetkan, seperti keleluasaan finansial.

"Frugalitas bukan sekadar hidup kekurangan, tetapi bentuk pengorbanan jangka pendek dalam membeli dan menggunakan barang konsumsi demi mencapai tujuan jangka panjang," tulis jurnal tersebut.

Artinya, hidup frugal bukan bentuk penyiksaan diri atau hidup serba kekurangan. Melainkan kesediaan menahan keinginan sesaat demi kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.

Dalam jurnal itu juga dijelaskan bahwa orang yang hidup frugal biasanya membeli lebih sedikit, menggunakan barang secara lebih kreatif, serta menghindari pemborosan. Mereka juga cenderung tidak mudah terpengaruh tren maupun tekanan sosial untuk terus membeli barang baru.

Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa hidup frugal berbeda dengan sekadar pelit. Orang yang menjalani hidup frugal justru dinilai memiliki disiplin tinggi, mampu mengatur prioritas, dan memahami nilai dari setiap pengeluaran.

Selain soal uang, hidup frugal juga dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa kebahagiaan seseorang tidak hanya berasal dari banyaknya barang yang dimiliki, melainkan juga dari hubungan keluarga, waktu luang, hingga perkembangan diri.

"Ketika orang yang hidup frugal mampu menghindari siklus bekerja dan berhutang untuk membeli lebih banyak barang, mereka akan punya lebih banyak waktu untuk keluarga, anak, teman, dan pengembangan diri," tulis penelitian tersebut.

Konsep ini kemudian berkembang luas di tengah generasi muda karena dianggap relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Harga kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat banyak orang mulai lebih berhati-hati sebelum membeli sesuatu.

Contoh Penerapan Frugal Living

Konsep kehidupan frugal dalam sehari-hari bagi sebagian orang mungkin bukan hal asing. Namun, orang yang menerapkan frugal living melakukannya secara konsisten. Beberapa contohnya adalah:

1. Memanfaatkan Barang yang Ada

Orang yang menjalani hidup frugal biasanya tidak mudah tergoda membeli barang hanya demi mengikuti tren atau mencari kepuasan sesaat. Sebelum membeli sesuatu, mereka cenderung mempertimbangkan fungsi, kualitas, hingga harga dengan matang.

Mereka juga terbiasa membandingkan produk, mencari promo, atau membeli barang berkualitas saat diskon besar. Banyak pelaku frugal living tetap membeli barang branded atau berkualitas tinggi, tetapi dilakukan secara terencana dan disesuaikan kebutuhan.

2. Memilih Tempat Liburan Murah atau Gratis

Gaya hidup frugal juga terlihat dari cara seseorang menikmati hiburan. Alih-alih selalu pergi ke tempat wisata mahal atau mengikuti tren liburan mewah, mereka biasanya mencari alternatif hiburan yang lebih terjangkau.

Contohnya seperti memanfaatkan taman kota, ruang publik gratis, atau tempat wisata lokal yang tidak membutuhkan biaya besar. Untuk keluarga yang memiliki anak, pilihan bermain di taman kota sering dianggap lebih hemat dibanding menghabiskan ratusan ribu rupiah di playground dalam mal.

3. Bawa Bekal dari Rumah

Kebiasaan membawa bekal juga menjadi salah satu contoh hidup frugal yang banyak diterapkan pekerja muda saat ini. Dengan membawa makanan dari rumah, pengeluaran harian bisa ditekan cukup signifikan.

Selain lebih hemat, membawa bekal juga membuat seseorang lebih mudah mengontrol kualitas makanan yang dikonsumsi. Tidak heran jika kini banyak konten meal prep atau persiapan bekal mingguan yang populer di media sosial.

4. Membuat Kopi Sendiri

Budaya nongkrong di coffee shop kini sudah menjadi bagian gaya hidup anak muda perkotaan. Namun, harga kopi yang rata-rata mencapai Rp25 ribuan per gelas membuat pengeluaran bulanan bisa membengkak tanpa disadari.

Karena itu, banyak pelaku frugal living memilih membuat kopi sendiri di rumah. Berbagai resep es kopi susu sederhana kini mudah ditemukan di internet dan media sosial.

5. Memanfaatkan Fasilitas Publik

Frugal living juga berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas publik. Misalnya menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi untuk mengurangi biaya bensin dan parkir.

Selain itu, sebagian orang memilih bekerja atau membaca di perpustakaan umum gratis dibanding terus-menerus pergi ke kafe. Kebiasaan seperti ini dianggap membantu menekan pengeluaran kecil yang sering kali tidak terasa tetapi cukup besar jika dikumpulkan dalam sebulan.

Keuntungan Menjalani Hidup Frugal

Keuntungan utama dari hidup frugal tentu dampaknya akan terasa secara finansial. Tapi ternyata, ada keuntungan lainnya yang bisa dirasakan jika menerapkan frugal living.

Dilansir dari The Financial Diet, berikut sejumlah keuntungan dari konsisten menerapkan frugal living :

1. Lebih Mandiri

Hidup frugal mendorong seseorang menjadi lebih mandiri. Banyak hal yang sebelumnya sering diandalkan kepada orang lain mulai dikerjakan sendiri untuk menghemat biaya.

Contohnya memasak sendiri, membersihkan rumah, atau memperbaiki barang sederhana tanpa harus selalu menggunakan jasa orang lain. Kebiasaan ini membuat seseorang lebih menghargai proses dan hasil yang diperoleh.

2. Disiplin

Menjalani hidup frugal membutuhkan kemampuan menahan diri dan mengatur prioritas. Seseorang belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kebiasaan menunda kepuasan sesaat ini lama-kelamaan membentuk disiplin dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya soal uang, tetapi juga gaya hidup sehari-hari.

3. Rasa Percaya Diri

Di tengah budaya konsumtif dan tekanan sosial untuk selalu tampil mengikuti tren, hidup frugal justru membuat seseorang lebih percaya diri mengatakan "tidak". Mereka tidak lagi merasa harus membeli sesuatu demi validasi sosial.

4.Kreativitas

Hidup hemat juga mendorong seseorang menjadi lebih kreatif dalam mencari solusi. Banyak orang mulai belajar memasak sendiri, memperbaiki barang, hingga memanfaatkan barang lama menjadi sesuatu yang baru.

5. Lebih Menghargai Sesuatu

Ketika seseorang tidak lagi membeli barang secara impulsif, mereka cenderung lebih menghargai apa yang dimiliki. Barang yang dibeli biasanya benar-benar dipilih dengan pertimbangan matang sehingga terasa lebih bermakna dan digunakan lebih lama.

Tips Memulai Frugal Living

Dilansir dari Wisebread, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pemula untuk mulai menerapkan gaya hidup frugal. Di antaranya adalah:

1. Mulai Secara Bertahap

Perubahan gaya hidup tidak perlu dilakukan secara ekstrem. Mengurangi pengeluaran secara mendadak justru bisa membuat seseorang merasa tertekan dan sulit konsisten. Oleh karenanya, detikers bisa memulai perlahan dengan mengurangi pengeluaran kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting.

2. Pahami Tujuan Finansial

Menabung tanpa tujuan seringkali membuat seseorang mudah kehilangan motivasi. Karena itu, penting memahami alasan mengapa ingin hidup lebih hemat. Tujuannya bisa beragam. Mulai dari menyiapkan dana pensiun, membeli rumah, membangun bisnis, hingga memiliki dana darurat.

3. Diskusikan dengan Pasangan atau Keluarga

Bagi yang sudah berkeluarga, gaya hidup frugal sebaiknya dijalani bersama-sama supaya lebih mudah diterapkan. Komunikasi soal tujuan keuangan dan pengeluaran rumah tangga penting dilakukan agar setiap anggota keluarga memiliki pemahaman yang sama.

4. Tetap Nikmati Hidup

Frugal living bukan berarti tidak boleh bersenang-senang sama sekali. Seseorang tetap bisa menikmati hiburan atau membeli sesuatu yang disukai selama masih sesuai kemampuan finansial. Kuncinya adalah paham prioritas dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan, tabungan, dan hiburan.

5. Jangan Terlalu Terobsesi Budget

Mencatat pengeluaran memang penting, tetapi hidup frugal tidak harus membuat seseorang stres menghitung setiap rupiah yang keluar. Agar lebih simpel, detikers bisa coba menyisihkan tabungan di awal, lalu menggunakan sisa uang secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari.

Demikian ulasan mengenai serba-serbi gaya hidup frugal living yang tengah banyak diadopsi anak muda, lengkap dengan tips untuk melakukannya bagi pemula. Tertarik mencoba?

Halaman 2 dari 2
(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads