Lebih dari 150 siswa di negara bagian Bihar jatuh sakit setelah seekor anak ular ditemukan dalam menu makan siang program sekolah. Insiden itu terjadi di Middle School Baluaha, distrik Saharsa, dan memicu kekhawatiran besar soal keamanan pangan di dapur skala besar sekolah.
Melansir detikFood, program makan siang gratis atau mid-day meal sendiri merupakan program pemerintah India yang ditujukan untuk meningkatkan gizi siswa sekolah negeri, mengurangi rasa lapar saat belajar, serta meningkatkan angka kehadiran anak di sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kasus di Bihar justru berubah menjadi kepanikan. Saat makanan dibagikan kepada siswa, seorang anak menemukan seekor anak ular di dalam hidangan. Tak lama setelah itu, lebih dari 150 siswa mulai mengeluhkan sakit perut.
Polisi dan petugas kesehatan segera datang ke lokasi. Sejumlah siswa dibawa menggunakan kendaraan polisi ke pusat kesehatan terdekat sebelum ambulans dari rumah sakit tiba untuk mengevakuasi siswa lainnya. Beberapa anak dilaporkan sempat berada dalam kondisi kritis dan dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.
Makanan tersebut diketahui dipasok oleh sebuah LSM yang menyediakan makanan untuk beberapa sekolah di wilayah tersebut. Pemerintah daerah kemudian mengirim tim investigasi ke dapur pusat tempat makanan dimasak.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar higienitas pangan di lingkungan sekolah. Pemerintah India sebenarnya sudah menerbitkan pedoman keamanan pangan untuk dapur sekolah sejak 2015 melalui Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Beberapa aturan penting dalam pedoman tersebut meliputi:
- Bahan makanan wajib dibersihkan sebelum dimasak.
- Proses memasak harus higienis dan tertutup.
- Guru wajib mencicipi makanan sebelum dibagikan.
- Sampel makanan perlu diuji laboratorium.
- Dapur harus dibersihkan setiap hari.
- Peralatan masak wajib higienis.
- Juru masak harus menjaga kebersihan diri.
- Pembasmian hama seperti tikus dan serangga wajib dilakukan.
- Siswa diwajibkan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Pedoman itu juga menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap area dapur, ventilasi, penyimpanan bahan makanan, hingga pemeriksaan kesehatan petugas dapur secara berkala untuk mencegah kontaminasi makanan.
Artikel ini sudah tayang di detikFood
(dir/dir)
