Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan terobosan baru di dunia pendidikan melalui program Sekolah Maung. Program yang ditargetkan terealisasi penuh pada tahun 2026 ini dirancang untuk mencetak generasi pemimpin level global yang tetap memegang teguh akar budaya lokal.
Berdasarkan informasi dari situs resmi jabarprov.go.id, Sekolah Maung merupakan pengembangan dari konsep Sekolah Garuda Transformatif. Nama "Maung" sendiri merupakan akronim dari Manusia Unggul. Dalam bahasa Sunda, Maung berarti harimau, sebuah simbol yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan martabat. Filosofi ini bertujuan menciptakan individu cerdas yang memiliki ketangguhan mental serta integritas moral yang tinggi.
Program ini secara khusus memfasilitasi siswa dengan potensi kecerdasan di atas rata-rata serta bakat spesifik di bidang teknologi dan sains. Konsep Sekolah Maung mengakui bahwa setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, anak-anak dengan akselerasi tinggi membutuhkan lingkungan yang mampu merangsang kapasitas intelektual mereka secara maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan utama pembentukan Sekolah Maung adalah menciptakan kedaulatan sumber daya manusia (SDM). Sekolah ini diproyeksikan mencetak generasi tangguh yang unggul secara akademik maupun nonakademik, serta mampu menciptakan solusi teknologi berbasis kebutuhan lokal.
Jika dibandingkan dengan sekolah konvensional, perbedaan mencolok terletak pada ekosistem pembelajarannya. Sekolah biasa umumnya menerapkan kurikulum seragam yang sering kali membuat siswa berbakat merasa kurang tertantang. Sebaliknya, Sekolah Maung menerapkan pendekatan spesialisasi terapan yang fokus pada sektor-sektor vital.
Merujuk informasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dihimpun melalui laman Instagram Humas Jabar, Sekolah Maung menetapkan enam jurusan unggulan, yakni: Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan.
Visi utama sekolah ini adalah mencetak SDM andal di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Bidang-bidang tersebut diharapkan menjadi motor penggerak utama pembangunan di Jawa Barat di masa depan.
Aktivitas harian di Sekolah Maung sangat kental dengan nuansa riset dan eksplorasi. Para siswa didorong untuk aktif melakukan eksperimen di laboratorium, observasi lapangan, hingga sesi deep-thinking*. Selain itu, terdapat program *mentorship langsung dari kalangan akademisi profesional untuk membimbing siswa secara intensif.
Siswa juga dilibatkan dalam berbagai proyek sosial berbasis teknologi. Ilmu yang didapatkan di ruang kelas langsung diaplikasikan untuk membantu masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan menciptakan kedekatan emosional antara siswa dengan lingkungan sosialnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan uji publik dan pembenahan sistem agar model sekolah ini dapat beroperasi sepenuhnya pada tahun 2026. Dukungan luas dari pakar pendidikan hingga komunitas alumni menunjukkan harapan besar bagi transformasi kualitas pendidikan di Jawa Barat.
(tya/tey)