Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menegaskan program Sekolah Maung tidak akan mengubah nama sekolah-sekolah negeri yang ditunjuk sebagai pusat pendidikan unggulan. SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung hingga SMA favorit lain di Jawa Barat dipastikan tetap memakai nama lama.
Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, Sekolah Maung merupakan sebuah program transformasi pendidikan, bukan pergantian identitas sekolah.
"Sekolah Maung itu kan program, jadi itu namanya nanti tetap, bahwa SMA 5 itu tetap, SMA 3, kemudian SMA 1 Purwakarta, SMA 1 Garut misalnya namanya tetap seperti itu, tapi nanti mereka akan dikasih nama, bahwa mereka adalah sekolah penyelenggara sekolah maung," kata Purwanto, Sabtu (16/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang setelah Pemprov Jabar menggulirkan program Sekolah Manusia Unggul (Maung) di 41 sekolah negeri yang terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK.
Purwanto menegaskan, tidak akan ada perubahan nama seperti "SMAN 3 Maung Bandung" atau nomenklatur baru lain yang menghapus identitas sekolah lama.
"Jadi tidak dirubah menjadi SMAN 3 Maung Bandung. Yang paling penting kan transformasinya. Transformasi yang dirubah itu, bukan nama. Yang dirubah itu kan transformasi pada sesuatu yang substansial," ujarnya.
Menurutnya, fokus utama program Sekolah Maung ada pada pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh. Mulai dari pola penerimaan siswa, kurikulum, tata kelola sekolah, pembiayaan, kualitas tenaga pengajar hingga fasilitas pendidikan.
Purwanto juga membantah anggapan bahwa Sekolah Maung akan membuat sekolah negeri menjadi eksklusif dan hanya dinikmati kelompok tertentu. Ia menilai, siswa berprestasi memang membutuhkan pelayanan pendidikan yang lebih optimal.
"Bahwa selama ini kita tidak menghargai perbedaan, bahwa masyarakat kita itu ada yang membutuhkan layanan-layanan yang harus mereka terima. Mereka itu kan anak-anak yang berprestasi itu harus dilayani dengan baik," tuturnya.
Baca juga: Gaung Sekolah Maung di SMAN 3 dan 5 Bandung |
Ia menilai, salah satu alasan lahirnya program Sekolah Maung karena banyak keluarga dari kalangan menengah atas mulai meninggalkan sekolah negeri unggulan dan memilih sekolah swasta yang dianggap memiliki pelayanan lebih baik.
"Bayangkan sekolah-sekolah kita itu hampir tidak bisa mengimbangi. Mereka kelas-kelas menengah yang berpunya itu banyak yang pada menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah swasta karena mereka berbayar dan pelayanannya lebih bagus," pungkasnya.
(bba/dir)