Indonesia Impor 100 Ribu Tabung dari China, Bakal Gantikan LPG

Indonesia Impor 100 Ribu Tabung dari China, Bakal Gantikan LPG

Heri Purnomo - detikJabar
Selasa, 19 Mei 2026 09:26 WIB
CNG GasLink
Foto: CNG GasLink (Istimewa: Gagas)
Bandung -

Pemerintah mulai menyiapkan langkah baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dengan mendatangkan sekitar 100 ribu tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram dari China. Tabung gas berbasis CNG tersebut nantinya diproyeksikan menjadi alternatif pengganti LPG 3 kg di Indonesia.

Langkah impor dilakukan karena industri dalam negeri dinilai belum mampu memproduksi tabung CNG 3 kg dengan teknologi yang dibutuhkan. Pemerintah pun memilih mendatangkan produk dari luar negeri sebagai tahap awal implementasi penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, impor tabung CNG tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan tingginya impor LPG yang selama ini terus membebani negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar ya, kita belum," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Saat ditanya apakah tabung tersebut diimpor dari China, Laode membenarkannya.

ADVERTISEMENT

"(Impor dari China?) Iya, seperti itu. Tahap awal ya," sambungnya.

Disiapkan Jadi Alternatif LPG 3 Kg

Pemerintah menilai penggunaan CNG dalam tabung 3 kg dapat menjadi solusi energi alternatif bagi masyarakat. Selain untuk mengurangi impor LPG, program ini juga diharapkan mampu memperluas pemanfaatan gas bumi domestik.

Sebelumnya, dalam podcast yang ditayangkan di kanal YouTube Kementerian ESDM, Laode menjelaskan bahwa apabila penggunaan tabung CNG 3 kg berjalan masif, pemerintah akan mendorong produsen luar negeri membangun pabrik di Indonesia.

"Kalau sudah sangat masif yang di luar kita suruh masuk. Kamu kalau mau pasar ya datang ke sini. Cuma di awal kita ini dulu," ujarnya.

Akan Diuji dalam 1-2 Bulan

Setelah proses pemesanan dilakukan, pemerintah menargetkan tabung CNG tersebut bisa mulai diuji dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Menurut Laode, tabung yang sedang disiapkan menggunakan tipe khusus yang belum banyak digunakan di dunia untuk ukuran setara LPG 3 kg.

"Lalu dalam 1-2 bulan setelah itu kita sudah ada tabung yang bisa kita uji dulu. Jadi tabung ini kan kita bikin tipe (C) 4. Ini memang belum ada di dunia untuk setara LPG 3 kilo ya. Yang ada yang setara LPG 12 kilo yang sudah dipakai sekarang itu," jelas Laode.

Pengujian dilakukan untuk memastikan keamanan, kualitas, serta kesiapan teknologi sebelum nantinya digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Diklaim Lebih Aman dari LPG

Dari sisi keamanan, pemerintah mengklaim tabung CNG 3 kg akan dirancang lebih aman dibandingkan tabung LPG yang saat ini digunakan masyarakat.

Laode menjelaskan, keamanan penggunaan CNG sangat bergantung pada kualitas tabung dan sistem valve yang digunakan.

"Bisa seperti itu kalau kita siapkan. Sebenarnya kuncinya kalau CNG ini adalah bagaimana menyiapkan tabung dan valve-nya ini benar-benar kuat, aman gitu. Kuncinya ada di situ," terangnya.

Artikel di atas sebelumnya telah tayang di detikfinance, "100.000 Tabung CNG dari China Bakal Banjiri Indonesia". Baca artikel aslinya di sini.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads