Sebagai salah satu daerah yang memproduksi genteng di Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka terus menyambut program gentengisasi. Program yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut diyakini mampu menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM pabrik genteng atau jebor di 'Kota Angin'.
Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka Aeron Randy mengatakan, saat ini pihaknya terus mendorong para pengusaha genteng tradisional agar naik kelas dan lebih profesional. Salah satunya melalui legalitas usaha hingga sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Total ada sekitar 200 jebor UMKM genteng yang sekarang sudah memiliki NIB. Kemudian ada sekitar 45 jebor yang kami usulkan memiliki sertifikat SNI. Dari hasil verifikasi, ada delapan jebor yang lolos dan mendapatkan SNI," kata Aeron kepada detikJabar, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sebagian besar jebor yang belum lolos bukan karena kualitas genteng yang buruk. Menurutnya, kendala utama terdapat pada hasil finishing cetakan yang dinilai belum presisi.
"Kalau dari sisi kualitas dan kekuatan genteng sebenarnya bagus, kokoh dan tidak mudah pecah. Tapi memang ada beberapa catatan di finishing cetaknya," ujarnya.
Aeron menyebut, selama puluhan tahun para pengusaha genteng tradisional di Majalengka belum tersentuh sertifikasi resmi. Oleh karena itu, Pemkab hadir untuk mendorong para pelaku usaha agar naik kelas dan lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.
"Mereka sudah berdekade-dekade belum memiliki sertifikat SNI. Sekarang kami dorong supaya mereka lebih profesional," tuturnya.
Selain pendampingan sertifikasi, Pemkab Majalengka juga tengah bersiap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam agenda launching program gentengisasi.
Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar pada 25 Mei 2026 mendatang. Lokasi pelaksanaan masih dipersiapkan antara kawasan Pasar Lama atau Jatiwangi Square.
"Kami juga sedang persiapan menyambut kedatangan Pak Presiden dan Pak Menteri dalam rangka launching gentengisasi. Minta doanya mudah-mudahan lancar," kata Aeron.
Dalam program itu, diperkirakan akan ada pemesanan sekitar 600 truk genteng dengan nilai mencapai Rp 3 miliar. Aeron menilai program tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM genteng di Majalengka.
"Ini tentu jadi berkah bagi pengusaha UMKM genteng di Majalengka. Berkat usaha Pak Presiden dan Pak Menteri, UMKM genteng di Majalengka jadi kembali menggeliat," pungkasnya.
Simak Video "Video: Melihat Geliat Industri Genteng Jatiwangi di Tengah Isu Gentengisasi"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)