Aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengidentifikasi mayat pria yang ditemukan di sungai Citanduy sekitar Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026) siang.
Jenazah tersebut diketahui seorang pria muda bernama Fiqri Legi Ansori (25) warga Kampung Gareumpay, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Polisi memastikan hal itu setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk kecocokan sidik jari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil identifikasi ini, proses penyelidikan memunculkan babak baru. Kematian Fiqri menyisakan misteri yang belum terungkap.
Fiqri selama ini tak pernah beraktivitas di sungai, baik memancing atau kegiatan lainnya. Sehari-hari dia bekerja sebagai ojol di Bandung. Apalagi berdasarkan hasil visum, ditemukan bekas luka di bagian kepala korban.
"Bahwa betul tadi siang ada seorang laki laki yang sudah meninggal di sungai. Yang mana meninggalnya itu diduga sudah sekitar 3 sampai 4 hari. Malam ini identitas sudah ada, kebetulan keluarganya sudah ada, kita sedang komunikasi dengan keluarga lainnya," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra.
Herman mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Sejauh ini dia belum bisa memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan atau akibat penganiayaan. Herman juga membenarkan di bagian kepala korban ditemukan bekas luka.
"Sejauh ini kita lagi koordinasi dengan dokter, apakah meninggalnya itu akibat penganiayaan atau akibat kecelakaan. Itu memang ada bekas luka di bagian kepala atasnya, ini mungkin menjadi bahan analisa kita dan penyelidikan kita, apakah luka tersebut akibat dari benda tumpul atau benda tajam yang dilakukan oleh orang lain," papar Herman.
Bapak korban, Andi Saefudin (48) mengatakan Fiqri sudah menikah dan memiliki anak usia 2 tahun.
Selama ini anaknya itu bekerja menjadi ojek online di Bandung. Istrinya tinggal di Limbangan Garut. Sementara anaknya dititipkan di orang tuanya di Tasikmalaya.
Andi juga sempat meluruskan jika anaknya tidak plontos. Meski saat ditemukan kondisi kepala korban terlihat tanpa rambut. Dia menduga hal itu disebabkan kondisi mayat yang sudah terlampau lama di sungai.
"Sehari-hari dia jadi ojol di Bandung dan tinggal di neneknya di daerah Cicaheum. Setiap 2 atau 3 hari dia pulang ke kontrakan istrinya di Limbangan. Istrinya kerja di pabrik sepatu. Seminggu atau dua minggu sekali, pulang ke Tasik nengok anaknya," papar Andi.
Andi mengaku kaget dengan kejadian yang menimpa anaknya. Dia berharap polisi bisa mengungkap penyebab kematian Fiqri. "Ini jadi tanda tanya bagi kami, kalau bisa diungkap penyebabnya. Syaa juga belum jelas, karena masih nunggu kedatangan istrinya," kata Andi di kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.
(dir/dir)