Penampakan Banjir Horor 'Kepung' Puskesmas Palabuhanratu

Penampakan Banjir Horor 'Kepung' Puskesmas Palabuhanratu

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 24 Mei 2026 20:43 WIB
Puskesmas Palabuhanratu kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Ciranca setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore.
Puskesmas Palabuhanratu kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Ciranca setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Puskesmas Palabuhanratu kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Ciranca setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore.

Air lumpur berwarna cokelat pekat merangsek masuk hingga ke dalam ruangan, melumpuhkan fasilitas medis, dan memaksa petugas berjibaku menyelamatkan aset penting.

Berdasarkan informasi dihimpun detikJabar, area ruang tunggu pasien hingga ke depan loket pendaftaran berubah layaknya kolam air bah. Deretan kursi tunggu berbahan besi tampak pasrah terendam genangan air yang cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi memprihatinkan sekaligus membahayakan terlihat jelas di Ruang Gigi Puskesmas. Genangan air keruh menutup seluruh lantai ruangan.

Kantong kuning limbah infeksius (biohazard) tampak tergeletak di lantai, sementara sejumlah peralatan medis, termasuk jarum suntik (spet), tercecer dan mengambang terbawa arus air.

ADVERTISEMENT

"Ruang gigi mah banyak spet tercecer, sieun (takut)," ucap suara dalam video yang diduga pegawai puskesmas yang merekam kondisi di dalam ruangan tersebut.

Puskesmas Palabuhanratu kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Ciranca setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore.Puskesmas Palabuhanratu kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Ciranca setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore. Foto: Istimewa

Kepanikan sempat terjadi saat para pegawai yang sedang piket bergerak cepat menyelamatkan alat-alat penting. Sejumlah perangkat elektronik, seperti beberapa unit monitor komputer dan peralatan jaringan, terpaksa dievakuasi secara darurat dan ditumpuk di anak tangga gedung agar tidak terendam banjir lumpur.

Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Ade Kartini, membenarkan musibah banjir yang kembali melanda fasilitas kesehatan tersebut.

Beruntung, saat air mulai naik dan merangsek masuk bangunan, seluruh pasien sudah selesai mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang.

"Pegawai ada yang piket. Pasien juga ada. Alhamdulillah pas jam 16.00 WIB-nya sudah pulang pasiennya," kata Ade Kartini saat dikonfirmasi.

Sepinggang Warga, Tuding Jembatan Jadi Biang Kerok

Dampak luapan Sungai Ciranca juga dirasakan sangat parah oleh warga yang tinggal di sekitarnya. Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu, Iis, menceritakan bahwa air naik dengan sangat cepat pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

"Sekitar jam 17.00 WIB ya, itu banjir di rumah saya. Semua warga pokoknya kerendam, dari depan sampai belakang ya," ungkap Iis.

Ia menyebut ketinggian air yang merendam rumah-rumah warga mencapai sepinggang orang dewasa.

Warga setempat menuding keberadaan jembatan lama yang melintang di atas Sungai Ciranca di dekat Puskesmas menjadi dalang utama banjir bandang ini. Konstruksi jembatan yang rendah dinilai menyumbat aliran air, terutama saat membawa material sampah, hingga akhirnya air berbalik dan meluap ke daratan.

Warga mendesak pemerintah untuk segera membongkar jembatan tersebut.

"Kalau misalkan jembatan lama di atas dibongkar, terus disamain yang di dekat tempat yang kosong teh, udah diperbaiki pasti enggak bakalan air sampai meluap begini parahnya, A. Ini mah dari jembatan aja depannya, harusnya dibongkar, dibetulin, ditinggiin jembatannya, baru aman kayaknya," tegas Iis.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads