Polisi Sebut Teror Pocong Resahkan Warga KBB Ulah Remaja Iseng Gunakan AI

Polisi Sebut Teror Pocong Resahkan Warga KBB Ulah Remaja Iseng Gunakan AI

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 15:46 WIB
5 remaja yang membuat dan menyebarkan informasi pocong di kbb
5 remaja yang membuat dan menyebarkan informasi pocong di kbb (Foto: dok Polres Cimahi/detikJabar).
Bandung Barat -

Teror pocong belakangan sedang meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi. Makhluk halus dalam balutan kain kafan itu kabarnya menggedor-gedor kaca dan pintu rumah warga.

Teror 'pocong' itu dialami sejumlah warga di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah beberapa hari belakangan. Bahkan kabarnya pocong itu sudah berkeliaran ke beberapa titik di Kota Cimahi.

Polisi turun tangan menyelidiki fenomena meresahkan yang muncul dalam waktu berdekatan. Belakangan diketahui jika kemunculan pocong di depan pintu rumah warga itu merupakan rekayasa AI atau kecerdasan buatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan polisi yang menemukan sumber awal penyebar foto dan video akan kemunculan pocong di depan rumah warga. Pelakunya merupakan sekelompok remaja warga Ngamprah, Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

"Ya kami bisa pastikan bahwa teror itu merupakan hoax, karena dibuat dengan AI oleh lima remaja. Kami sudah mintai keterangan dari 5 remaja asal Ngamprah itu," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Teguh mengatakan dari hasil pemeriksaan motif lima remaja itu membuat teror fiktif itu sebagai lelucon praktis atau prank terhadap orangtua salah satu dari mereka. Namun karena orangtua khawatir, kemudian foto dan video itu kembali disebarkan.

"Jadi niatnya buat prank dan mencari sensasi, sasarannya orangtua dari mereka juga. Cuma karena orangtua khawatir, akhirnya disebarkan lagi ke sanak saudara. Sampai akhirnya foto dan video pocong itu tersebar luas dengan berbagai narasi yang menyesatkan dan meresahkan," kata Teguh.

Saat ini, lima remaja tersebut sudah didata dan dibina. Orangtua para remaja itu juga menjadi saksi agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa karena menimbulkan keresahan pada khalayak.

"Kita bina, karena memang efeknya meresahkan. Kita imbau buat masyarakat tidak panik dan ketika menerima informasi dari media sosial agar dikroscek terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan lagi," kata Teguh.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Menengok Lagi Desa Pocong di Bangkalan, Benarkah Warganya Sering Diteror? "
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads