Kunjungan wisata di Kabupaten Bandung diprediksi tidak mengalami peningkatan signifikan saat momen liburan Idul Adha 2026. Pasalnya, sejumlah keluarga diperkirakan lebih memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak.
Diketahui, objek wisata yang kerap dikunjungi masyarakat biasanya berada di wilayah Pasir Jambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) serta Pangalengan. Di lokasi tersebut, terdapat banyak objek wisata yang menyuguhkan pemandangan alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan mengatakan, libur Idul Adha kali ini berdekatan dengan masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, sejumlah orang tua bakal lebih mengutamakan biaya pendidikan dibandingkan berwisata.
"Iya libur kali ini berdekatan dengan penerimaan siswa baru. Maka saya kira, masyarakat bakal memprioritaskan pendidikan. Jadi boleh jadi jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata di Kabupaten Bandung tak sebanyak akhir pekan panjang biasanya maupun hari libur nasional," ujar Wawan, Selasa (26/5/2026).
Wawan menjelaskan, terdapat beberapa momen libur panjang pada Mei 2026. Kata dia, pada momen-momen tersebut angka kunjungan sempat mengalami peningkatan.
"Iya sempat meningkat data kunjungan pada libur panjang kemarin-kemarin, tapi kenaikannya tidak signifikan banget," katanya.
Pihaknya mengaku hal tersebut disebabkan oleh faktor cuaca yang kerap dilanda hujan deras. Wawan menyebut, faktor cuaca membuat masyarakat mengurungkan niat untuk berwisata.
"Cuaca ini kan sedang dalam posisi pancaroba, ya. Kadang-kadang hujan, kemudian kemarau. Wilayah selatan ini wilayah yang rawan bencanalah. Ada pohon tumbang, angin puting beliung, sehingga wisatawan menahan diri untuk datang ke wilayah selatan dalam kondisi cuaca yang agak sedikit kurang menentu," ungkapnya.
Wawan mengungkapkan faktor lainnya adalah kondisi perekonomian masyarakat, sehingga daya beli terhadap sektor wisata tidak mengalami kenaikan signifikan.
"Jadi adanya dengan kondisi daya beli masyarakat. Ini juga sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan yang datang ke wilayah Kabupaten Bandung. Kami berharap ke depan, bisa ada kenaikan kunjungan wisatawan. Kemudian seiring dengan ekonomi yang semakin membaik, sehingga daya beli masyarakat semakin meningkat," kata Wawan.
Ia menuturkan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan memperkuat aspek pelayanan (hospitality) dan menjaga lingkungan di setiap destinasi wisata.
"Ya, kami mengimbau pengusaha wisata khususnya untuk bisa mengolah sampah secara mandiri. Tidak ada sampah yang dibuang ke luar. Artinya, organiknya dijadikan kompos, kemudian anorganiknya bisa di 3R itu, Reduce, reuse, dan recycle," bebernya.
"Terus bukan hanya pengusaha wisata saja, tetapi termasuk wisatawan yang datang ke Kabupaten Bandung, masyarakat setempat, untuk bisa menjaga kebersihan," pungkasnya.
(orb/orb)