Jalur Puncak di Cianjur Gelap Gulita, Warga Desak Pemasangan PJU

Jalur Puncak di Cianjur Gelap Gulita, Warga Desak Pemasangan PJU

Ikbal Selamet - detikJabar
Minggu, 31 Mei 2026 17:30 WIB
Jalur puncak Cianjur gelap gulita
Jalur puncak Cianjur gelap gulita (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Kondisi gelap gulita masih menyelimuti sebagian ruas Jalur Puncak di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur saat malam hari. Minimnya penerangan di kawasan tersebut membuat warga semakin khawatir karena dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Warga setempat pun mendesak pemerintah segera memasang dan memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sudah lama tidak berfungsi. Mereka menilai keberadaan lampu jalan sangat penting untuk meningkatkan keselamatan para pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua RT 03/04 Kampung Warungbawang, Pian Sopian (51), mengatakan kondisi gelap di kawasan Jalur Puncak, khususnya di Kampung Warungbawang, sudah berlangsung cukup lama. Padahal di lokasi tersebut terdapat satu unit lampu PJU yang seharusnya dapat membantu penerangan jalan.

Namun, lampu tersebut sudah lama mati sehingga tidak lagi memberikan manfaat bagi pengendara maupun warga sekitar.

ADVERTISEMENT

"Kalau malam hari gelap gulita. Apalagi di sepanjang jalan ini yang minim rumah penduduk, membuat jalan minim cahaya," kata dia, Minggu (31/5/2026).

Menurut Pian, kondisi minim penerangan membuat ruas jalan tersebut menjadi salah satu titik rawan kecelakaan. Apalagi karakteristik jalan yang menurun membuat jarak pandang pengendara dari dua arah menjadi terbatas ketika malam hari.

Ia mengungkapkan kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di lokasi tersebut. Bahkan dalam insiden terbaru, tiga kendaraan terlibat kecelakaan yang menyebabkan enam orang mengalami luka-luka.

"Sering kecelakaan di sini. Hampir setiap bulan ada kecelakaan. Karena kondisi jalannya jalan menurun, jadi kendaraan dari kedua arah kurang terlihat saat malam hari. Makanya rawan kecelakaan," kata dia.

Pian mengaku persoalan penerangan jalan ini sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah melalui forum rapat desa. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai pemasangan PJU baru maupun perbaikan lampu yang sudah ada.

"Saat rapat di desa saya sering mengajukan PJU, tapi belum ada kabar kapan PJU baru dipasang atau minimal yang sudah ada diperbaiki agar menyala lagi," kata dia.

Ia berharap pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat, dapat segera mengambil langkah konkret sebelum kembali terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban lebih banyak.

"Jangan sampai banyak korban jiwa dulu baru ada perhatian," tegasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi mengakui bahwa Jalur Puncak merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi. Selain faktor kondisi jalan, minimnya penerangan disebut menjadi salah satu penyebab yang turut meningkatkan risiko kecelakaan.

Menurutnya, pihak kepolisian akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar titik-titik yang masih gelap akibat minimnya PJU dapat segera ditangani.

"Secepatnya kami komunikasi dengan intansi terkait agar segera dipasang PJU. Supaya angka kecelakaan bisa diminimalisir. Keamanan dan keselamatan pengendara yang melintas Jalur Puncak juga meningkat," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads