Tumpukan sampah terlihat di Sungai Cikapundung, tepatnya di Jembatan Cipurut yang menjadi perbatasan Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (2/6/2026). Keberadaan sampah tersebut menyebabkan aliran sungai tersendat.
Tampak sampah yang menumpuk didominasi bahan plastik, styrofoam, karpet, hingga kayu. Saat ini, aliran sungai terpantau tidak begitu deras dan tidak dalam keadaan pasang.
Beberapa material sampah pun tersangkut di besi-besi penyangga bawah jembatan. Kondisi tersebut dikhawatirkan warga karena berpotensi memicu air sungai meluap ke permukiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sampah dari dua minggu yang lalu lah pas air lagi naik-naiknya. Terus banjir aja ke jalan yang masuknya ke Bojongsoang," ujar warga sekitar, Sumarna Aminudin (43), saat ditemui di lokasi.
Kondisi sampah di sungai Cikapundung, Jembatan Cipurut, perbatasan Kecamatan Bojongsoang, dan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (2/6/2026). Foto: Yuga Hassani |
Sumarna mengungkapkan, sampah tersebut diduga merupakan kiriman dari Kota Bandung. Menurutnya, warga sekitar tidak membuang sampah ke Sungai Cikapundung.
"Jadi yang saya tahu sampah itu mah kiriman dari Kota Bandung. Soalnya ini kan sungai Cikapundung alirannya dari Kota juga kan," katanya.
Sumarna mengaku aliran sungai kerap meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Sampah yang ada di sungai tersebut pun kadang meluber hingga ke jalan dan permukiman warga.
"Apalagi daerah sini juga kan suka jadi langganan banjir di Jalan Bojongsoangnya. Kadang air juga masuk ke area yang jalan Dayeuhkolot-nya," jelasnya.
Menurutnya, tumpukan tersebut tidak menimbulkan bau yang menyengat. Pasalnya, material sampah mayoritas terdiri dari sampah plastik dan peralatan rumah tangga yang terbawa arus sungai.
"Ini mah sampahnya engga terlalu bau sih. Soalnya isinya kebanyakan kayanya sampah plastik, dan kayu-kayu gitu lah," ucapnya.
Kondisi sampah di sungai Cikapundung, Jembatan Cipurut, perbatasan Kecamatan Bojongsoang, dan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (2/6/2026). Foto: Yuga Hassani |
Ia menyebutkan bahwa penumpukan sampah di aliran sungai tersebut sudah terjadi beberapa kali. Biasanya, sampah-sampah itu akan diangkut oleh pemerintah daerah setempat.
"Biasanya kalau sudah menumpuk banyak, suka diangkut sama dinas terkait. Tapi sampai sekarang belum dilakukan penumpukan," ungkapnya.
Sumarna berharap sampah tersebut bisa segera diangkut agar sungai bisa mengalir dengan normal. Menurutnya, aliran sungai saat ini melambat akibat sumbatan sampah.
"Kalau kepengen warga mah ya segera diangkut aja we. Soalnya khawatir kalau sudah meluapnya bisa juga ke permukiman warga," pungkasnya.
(tya/tey)

