Satu korban tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dinyatakan meninggal dunia. Korban sendiri sebelumnya diketahui sudah dalam keadaan kritis.
Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas mengungkapkan, satu orang korban yang dinyatakan meninggal dunia tersebut atas nama Reza Renaldi yang merupakan warga dari Dusun Bakan Bandung RT 02 RW 05, Desa Situraja Utara, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
"Iya benar satu korban atas nama Reza meninggal dunia di Rumah Sakit Unpad. Sebelumnya memang dalam keadaan kritis," ujar Rogers kepada detikJabar, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rogers, korban sendiri sebelumnya sudah mendapatkan tindakan medis di Rumah Sakit Unpad. Namun, lanjut dia, nyawa korban tak dapat tertolong usai mengalami luka yang cukup serius pada bagian kepala.
"Dinyatakan meninggal dunia nya 23.30 malam tadi. Korban ini memang mengalami luka yang parah di bagian kepada sama pinggang," katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, peristiwa pohon tumbang tersebut diduga terjadi karena pohon jenis Flamboyan itu sudah rapuh hingga akhirnya tumbang. Pohon yang berada di lahan Unpad itu pun menimpa lima orang pengendara motor.
Bukan di Lahan Unpad
Humas Unpad, Dandi Supriadi menjelaskan berdasarkan informasi dari tim Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L) Unpad, bahwasannya untuk peta jalan di lokasi kejadian pohon tumbang tidak berada di tanah kampus.
"Iya betul (bukan lahan Unpad), pohonnya bukan di area milik Unpad. Saya sudah komunikasi dengan tim K3L Unpad, dan sudah melihat peta jalannya. Memang pohon itu terkesan masuk ke wilayah Unpad, karena berada di antara Gedung Komunitas dan SPBU yang milik Unpad. Tapi posisi pohonnya berada di tanah di luar tanah Unpad," ujar Dandi kepada detikJabar, Selasa (2/6/2026).
Menurut Dandi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan meminta izin dengan warga sekitar untuk menebang pohon tersebut. Pihaknya pun mengaku rencana pemotongan pohon yang tumbang itu akan dilaksanakan hari ini.
"Masalah koordinasi dengan warga memang benar sudah dilakukan, karena Unpad melihat bagian bawah sudah berlubang dan membahayakan pengguna jalan di depan kampus. Harusnya hari ini dilakukan penebangan. Tapi ternyata sudah keburu tumbang tadi malam," katanya.
"Mengapa koordinasi dengan warga? Karena pohon tersebut bukan milik Unpad makanya tidak bisa langsung kami tebang tanpa izin," sambungnya.
Informasi dalam berita ini telah diperbarui pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 15.51 WIB
(mso/mso)