Alasan Farhan Minta Pemprov Jabar Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Alasan Farhan Minta Pemprov Jabar Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 16:30 WIB
Tumpukan sampah di Jalan Makam Caringin, Bandung
Ilustrasi Sampah di Bandung. Foto: Bima Bagaskara
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membeberkan alasan soal permintaan status darurat sampah. Salah satu alasan terbesarnya karena Kota Bandung kata dia tidak punya TPA untuk mengelola sampah secara signifikan.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah merespons permintaan penetapan status Kota Bandung darurat sampah. Dedi saat itu menegaskan pemerintah tidak boleh gegabah menetapkan status tersebut sebelum memastikan langkah penanganan konkret di lapangan.

"Saya belum bisa kasih penjelasan, yang penting saya dapat kabar ditolak (status Bandung darurat sampah)," kata Farhan, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar sempat menyinggung langsung janji politik Farhan di awal tahun 2026 soal program penanganan sampah. Namun masalahnya, kata dia, Kota Bandung tidak memiliki TPA untuk mengatasi persoalan tersebut secara signifikan.

ADVERTISEMENT

"Iya betul. Karena masalahnya gagal karena kita enggak punya TPA, Bandung enggak punya TPA. Satu-satunya kota di Jawa Barat yang enggak punya TPA teh Kota Bandung. Maka TPA-nya tergantung pada provinsi," ujarnya.

"Maka ketika kita minta kedaruratan, enggak bisa, enggak boleh, ya sudah. Kita akan cari jalan lain karena harus selesai. Enggak bisa enggak," ucapnya menambahkan.

Menurut Farhan, saat ini Kota Bandung sedang menunggu bantuan alat pengolahan sampah dari Pemprov Jabar. Sehingga nantinya, wilayah yang dia pimpin bisa menangani masalah tersebut.

"Kota Bandung dulu punya TPA dua. Satu di Dago Elos, terus pindah ke Leuwigajah. Ketika Leuwigajah ditutup, Kota Bandung enggak punya TPA. Akhirnya numpang ke Sarimukti. Sarimukti punya provinsi. Jadi, yang berwenang untuk memperbolehkan sampah diangkut itu provinsi, demikian juga jumlahnya," katanya.

"Makanya saya sudah dua kali minta tolong Pak Gubernur. Pertama tahun lalu, dan terakhir kemarin. Nah, makanya saya mengajukan kedaruratan. Tapi ya ditolak. Jadi akan diupayakan. Pak Gubernur akhirnya berjanji akan membantu seperti diumumkan akan ada mesin pengolahan di setiap kelurahan, saya belum tahun mesinnya, tapi apapun lah sok saya terima sekarang," pungkasnya.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads