Ayi Solehudin (45), warga Cianjur yang ditemukan di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, dipastikan tidak hilang selama 2,5 tahun di gunung tersebut. Keluarga menegaskan bahwa Ayi mengalami gangguan jiwa dan kerap berjalan ke berbagai daerah di Jawa Barat.
Ujang Sulaeman (53), kakak Ayi, mengatakan adiknya tersebut sudah sekitar lima tahun mengalami gangguan kejiwaan. Awalnya, anak keempat dari lima bersaudara itu kerap berbicara sendiri.
Puncaknya, Ayi sering kali berjalan kaki sendirian dari satu kampung ke kampung lain. Bahkan, Ayi sering kali menghilang dan ditemukan oleh tetangga atau teman keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena berbagai permasalahan pribadi, jadinya mengalami gangguan kejiwaan. Kalau gejalanya sudah sejak lima tahun lalu. Parahnya sejak empat tahun lalu," kata dia, Rabu (3/6/2026).
Ujang mengungkapkan bahwa pada 2,5 tahun lalu Ayi kembali pergi dari rumah dan tak kunjung pulang ataupun ditemukan. Dia mengaku mendapatkan beberapa informasi keberadaan Ayi, tetapi saat disusul ternyata sudah tidak ada.
"Sempat ditemukan di Ciwidey, di Cirebon, kemudian ada yang pernah lihat di Jampang Surade Sukabumi. Tapi setiap kali disusul oleh keluarga, sudah tidak ada, pergi lagi. Sampai akhirnya ditemukan di lereng Gunung Salak," kata dia.
Ujang memastikan bahwa Ayi memang kerap berjalan-jalan sendiri selama 2,5 tahun menghilang, bukan menghilang di Gunung Salak selama itu.
"Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah hilang sejak 2,5 tahun, dan kebetulan terakhir itu dia ternyata ke Gunung Salak dan ditemukan di sana," kata dia.
Menurut dia, saat ini Ayi dirawat di rumahnya di Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Cianjur. Setiap harinya, kakak dan adik dari Ayi bergantian menjaganya.
"Ayi ini punya tiga anak. Tapi selain tinggal dengan anaknya, saya dengan saudaranya yang lain bergantian menemani, terutama saat malam hari," kata dia.
Kepala Puskesmas Campaka, dr Tito, mengatakan Ayi memang mengalami gangguan kejiwaan dan sempat menjalani pengobatan. "Sebelum menghilang, rutin berobat. Bahkan sempat dibawa ke rumah sakit jiwa. Sudah berhasil sembuh, tapi ada beberapa kejadian yang membuat penyakit kejiwaannya kambuh, salah satunya karena orang tuanya meninggal dunia," kata dia.
Menurut dia, saat ini Puskesmas Campaka kembali memantau dan melakukan perawatan terhadap Ayi mulai dari kondisi kejiwaan hingga fisiknya.
"Petugas secara rutin mengecek kondisinya, terutama kondisi kesehatan. Karena saat ditemukan, kondisinya lemah karena kurangnya asupan makanan selama di Gunung Salak. Kami upayakan pengobatan kejiwaannya terus berlanjut agar kembali sembuh," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah video yang merekam evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan aplikasi perpesanan.
Di balik rekaman menegangkan tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa pria malang itu adalah warga Kabupaten Cianjur yang telah menghilang selama tiga tahun.
Berdasarkan penelusuran detikJabar, peristiwa penemuan ini terjadi pada Senin (25/5/2026) di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Pria tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengecek saluran air di kawasan hutan.
(sud/sud)