Uang senilai Rp29 juta milik Gina Yuniharti hampir melayang. Perempuan asal Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, ini menjadi satu dari 140 korban wedding organizer (WO) bodong asal Kecamatan Paseh.
Perempuan berusia 24 tahun ini berencana melangsungkan pernikahan pada Oktober mendatang. Namun, sejak kasus dugaan penipuan ini mencuat, pemilik WO bodong tersebut menghilang dan Gina sulit menghubunginya.
Gina menyebutkan, tak hanya dirinya, temannya yang seharusnya melangsungkan pernikahan pada Minggu (7/6/2026) pun harus membayar ulang ke vendor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan teh kan Gina, satu vendor ya sama teman Gina yang nikah minggu ini, tanggal 7. Waktu kemarin, dia konfirmasi begini, kalau misalkan (owner WO) kabur, Gina teh kan agak shock, gak mungkin. Masih kayak gak mungkin, bilang gitu," kata Gina kepada detikJabar, Sabtu (6/6/2026).
Gina mengatakan, berdasarkan informasi dari vendor-vendor, uang untuk resepsi temannya termasuk miliknya tidak dimasukkan oleh terduga pelaku.
"Sama sekali gak ada payment ke vendornya," ujarnya.
Gina menyebutkan bahwa dirinya juga sudah dimasukkan ke grup WhatsApp korban WO bodong.
"Gina dimasukin ke grup WA, ah, ini emang gak akan benar," tuturnya.
Disinggung mengenai uang yang sudah disetorkan kepada terduga pelaku, Gina menyebutkan jumlahnya sudah mencapai 75 persen.
"Udah 75 persen, Rp29 juta. Semuanya Rp38 juta," ucapnya.
Sementara itu, kerugian temannya mencapai Rp35 juta. "Teman Rp35 juta," ucapnya.
Terkait nasib pernikahannya, Gina mengaku bingung.
"Untuk sekarang masih bingung ya. Karena masih kayak blunder, kayak gimana. Sedangkan kan kayak uangnya udah keluar banyak ya. Kayak nggak sedikit gitu," jelasnya.
"Terus ngobrol sama keluarga juga gimana. Cuman kalau untuk kayak sekarang-sekarang lah, kalau untuk bayar lagi ke vendor-vendor, kayaknya masi trauma," pungkasnya.
Simak Video "Video: Polda Jatim Bongkar Modus Skema Segitiga Penipuan Jual-Beli Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)