Luapan Protes Ortu Siswa Berujung Pencopotan Pejabat Disdik Jabar

Luapan Protes Ortu Siswa Berujung Pencopotan Pejabat Disdik Jabar

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 10 Jun 2026 12:28 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Kantor Disdik saat memantau pelaksanaan SPMB 2026.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di kantor Disdik Jabar saat memantau pelaksanaan SPMB 2026. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi menonaktifkan Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar Suhendar dari jabatannya pada Rabu (10/6/2026).

Langkah tegas ini diambil setelah pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 memicu gelombang protes masif dari para orang tua siswa yang merasa kesulitan dengan pola pendaftaran daring Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Luapan Protes dan Keluhan Teknis Orang Tua Siswa

Sejumlah orang tua datangi Disdik JabarSejumlah orang tua datangi kantor Disdik Jabar. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)

Ketegangan memuncak di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung, setelah ratusan orang tua siswa memadati lokasi tersebut selama dua hari berturut-turut untuk mengadukan kendala sistem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Masalah Akun: Banyak calon murid yang akunnya tidak kunjung terverifikasi meskipun sudah mendaftar.
  • Akses dan Data: Warga melaporkan kesulitan masuk (login) ke sistem, data peserta yang tidak terbaca, hingga kasus hilangnya data yang sudah diinput.

Interogasi Gubernur dan Evaluasi Kompetensi Pejabat

Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung ke lapangan untuk menemui ortu siswa dan meminta penjelasan teknis dari pejabat yang bertanggung jawab.

Dalam sebuah dialog terbuka, Dedi mempertanyakan latar belakang kompetensi Suhendar sebagai pemimpin tim IT. Dedi menegaskan posisi strategis yang menjadi tulang punggung penerimaan siswa harus dipimpin oleh individu yang benar-benar memahami teknologi informasi.

ADVERTISEMENT

"Anda ngerti nggak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan anda di bidang ini?" kata Dedi.

Temuan Kesalahan Strategis dalam Pengembangan Aplikasi

Berdasarkan hasil pemantauan, Dedi menemukan persoalan bukan terletak pada regulasi, melainkan pada tata kelola pengembangan aplikasi yang menyalahi kebijakan provinsi.

  • Aplikasi Dari Nol: Dedi Mulyadi menyayangkan tim IT Disdik membangun aplikasi baru dari nol, alih-alih menyempurnakan fitur sistem lama yang sudah pernah digunakan.
  • Pelanggaran Integrasi: Sesuai kebijakan Pemprov Jabar, seluruh aplikasi pemerintahan seharusnya dikelola secara terintegrasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), bukan dikembangkan terpisah oleh dinas teknis.

Mengenai kerumitan sistem, Dedi berpendapat, "Kalau menurut saya sih nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi, saya lihat."

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Agung Pambudhy/BeritaKlik)

Pengambilalihan Sistem oleh Diskominfo Jabar

Guna menjamin kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dijadwalkan mulai 15 Juni mendatang, wewenang IT kini berpindah tangan.

  • Penunjukan Plh: Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik.
  • Masa Transisi: Pengelolaan sistem akan ditangani sepenuhnya oleh Diskominfo sampai terdapat pejabat definitif yang baru guna meredam keresahan publik.
  • Penyelarasan PCMB: Gubernur Dedi meluruskan bahwa PCMB sebenarnya hanyalah instrumen pemetaan awal untuk mengetahui sebaran calon peserta didik, bukan merupakan tahapan penerimaan resmi.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads