Keluh Kesah Warga Bandung Saat Harga Pertamax Tembus Rp 16.250

Keluh Kesah Warga Bandung Saat Harga Pertamax Tembus Rp 16.250

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 10 Jun 2026 14:41 WIB
Kondisi pom bensin di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (10/6/2026).
Kondisi pom bensin di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (10/6/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Sejumlah masyarakat Kabupaten Bandung mengeluhkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Bahkan mereka memilih beralih mengisi ke BBM subsidi dan berencana mengganti ke kendaraan listrik.

BBM non-subsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan dari semula Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Kemudian Pertamax Green 95 yang sebelumnya dibanderol Rp 12.900 per liter kini disesuaikan menjadi Rp 17.000 per liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu harga BBM subsidi Pertalite tidak mengalami perubahan, tetap Rp 10.000 per liter. Kemudian harga Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.

Pantauan detikJabar di SPBU yang berada di Jalan Raya Bojongsoang, Desa Lengkong, Rabu (10/6/2026). Antrean pengisian di SPBU tersebut nampak padat pada bagian Pertalite dan juga Pertamax.

ADVERTISEMENT

Pengisian bensin di lokasi tersebut didominasi oleh Mahasiswa. Pasalnya di lokasi tersebut terdapat salah satu kampus swasta dengan jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan.

Sementara itu, situasi berbeda terlihat di SPBU yang berada di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, sejumlah pengendara roda dua memilih mengantre pada area Pertalite. Terlihat antrean pada barisan tersebut mengular hampir ke area jalan raya.

Nampak pada area bensin Pertamax telihat kosong tidak ada pengendara yang mengisi. Beberapa petugas pun terlihat menumpuk dan fokus pada bagian pengisian Pertalite.

Pengendara asal Baleendah, Suryono Munadi (52) mengaku kaget saat mengetahui kabar soal kenaikan Pertamax cs. Pasalnya pengumuman kenaikan tersebut tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

"Iya saya juga kaget, tahu-tahu naik harga Pertamax. Biasanya kan ada pengumuman dulu, ini mah enggak ada pengumuman pisan. Ngedadak ini juga tahu-nya," ujar Suryono saat ditemui di lokasi.

Pihaknya mengungkapkan, dalam kesehariannya beraktivitas bekerja di salah satu perusahaan di Kota Bandung. Dirinya mengaku biasa mengisi bensin untuk empat hari ke depan.

"Biasanya saya ngisi Rp50 ribu itu untuk empat hari. Nah ini enggak tahu habisnya berapa hari, kayanya mah ini habisnya bisa dua atau tiga hari lah," katanya.

Dia mengaku, ke depannya akan beralih ke Pertalite jika tidak akan mengalami penurunan untuk Pertamax. Pasalnya dengan pengeluaran yang terbaru akan menjadi lebih ekstra.

"Kalau gini terus mah kayanya besok-besok saya mau ngisi ke Pertalite aja. Walaupun kayanya pasti harus lebih sabar dan pasti ngantre nantinya," jelasnya.

Sementara itu, pengendara asal Banjaran, Mukti Wibawa (34) menjelaskan, dengan adanya kenaikan tersebut membuat harus berpikir ulang terkait pengeluarannya. Apalagi saat ini dirinya harus bekerja ke wilayah Kota Bandung.

"Dengan kenaikan ini saya pikir-pikir lagi terkait pengeluaran bensin. Terus kan saya kerja ke Kota Bandung, jaraknya lumayan juga kan," bebernya

Mukti menambahkan, ke depannya berencana akan beralih ke motor listrik. Dengan itu harapannya bisa meminimalisir pengeluarannya dengan lebih hemat.

"Kayanya ke depan saya berencana maksain beli motor listrik aja. Soalnya kalau ngisi bensin terus-terusan mahal, ya mending pakai motor listrik aja. Kayanya lebih irit juga kan," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads