Anjani Rahmawati (15) sangat senang menggambar. Bakatnya itu telah dirasakannya sejak duduk di bangku SMPN 1 Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Maka, ketika ada pameran karya seni sebagai bagian dari ujian pelajaran seni dan sejarah di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Tanjungsari, Kamis (11/6/2026), lukisannya adalah satu di antara yang memikat pandangan.
Dia melukis Icarus, selain juga menggambar idola K-Pop, James dari Cortis. Icarus dia gambar dengan sangat apik. Pertama-tama dia membuat sketsa, lalu mewarnainya menggunakan cat air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tidak menjelaskan mengapa dia menggambar Icarus, dari sisi seni, dia menyukai tokoh-tokoh mitologis. Dan baginya, menggambar membuat kebahagiaannya meluap.
Icarus sendiri merupakan anak seorang pengrajin bernama Daedalus dalam mitologi Yunani. Icarus dikurung pada sebuah tower bersama beberapa lainnya oleh Raja Minos. Daedalus menyelamatkan mereka dengan membuat sayap dari bulu-bulu yang direkatkan lilin.
Namun, khusus kepada Icarus, Sang Ayah berpesan agar tidak terbang terlalu rendah karena cipratan air laut dapat merusak sayap. Juga untuk tidak terlalu tinggi karena sengatan matahari bukan saja melelehkan sayap, melainkan melelehkan Icarus sendiri.
Tapi, Icarus terlalu gembira dengan kemampuan barunya, yakni terbang. Dia lupa diri. Dia terbang ke matahari. Lilin pada sayapnya meleleh. Diapun jatuh. Icarus hingga kini menjadi simbol 'ambisi yang tidak terukur'.
"Seharian penuh saya menggambar ini (Icarus) hingga selesai. Menggambarnya agak cepat karena mengejar cat yang cepat kering," kata Anjani kepada detikJabar.
Anjani adalah siswa sekolah pertanian. Dia bercita-cita menjadi desainer, tapi perjalanan membawanya ke sekolah ini. Namun, meski belajar tentang dunia pertanian di sekolah ini, bakatnya melukis dan menggambar tetap bisa terasah.
"Guru seni kami mengarahkan dengan baik. Gambar-gambar yang yang dipamerkan mendapat komentar bagus dari guru. Saya juga sering menggambar sendirian untuk mengasah kemampuan, saya sih senangnya menggambar realis dan naturalis," kata Anjani.
Dapat Cuan dari Menggambar
Anjani menggambar tidak hanya untuk kepuasan batin. Apalagi saat gambar yang dibuatnya sangat identik dengan gambar yang dijadikan contoh. Dengan gambar, Anjani juga mendapatkan cuan.
Dia sering menerima pesanan dari orang-orang yang ingin wajahnya digambar. Caranya, orang itu mengirimkan foto diri, lalu Anjani menggambar wajahnya sebagai sketch.
"Gambar itu dijual, satu gambar wajah biasanya Rp 25 ribu," kata Anjani.
Harga itu dinilai cukup oleh Anjani, meski terkesan terlalu murah. Menurutnya, harga itu disesuaikan dengan tingkat kepercayaan dirinya terhadap gambar yang dibuat.
"Soalnya masih kurang dalam skil," kata siswi warga Dusun Lembang, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang itu.
Ke depan, dia juga akan belajar membuat karya-karya lukis sesuai dengan mazhab-mazhab lukis yang ada di Indonesia.
"Tentu sambil bertani, keluargaku ada kebun," katanya.
Simak Video "Video: Longsor Tutup Jalur Cadas Pangeran, Lalin Dialihkan"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)