Tragedi Anjani dan Cici di Perlintasan Liar Kereta di Sukabumi

Round-up

Tragedi Anjani dan Cici di Perlintasan Liar Kereta di Sukabumi

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 12 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi Kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan (Foto: BeritaKlik/Thinkstock/assistantua)
Sukabumi -

Tragedi mengerikan terjadi di perlintasan liar kereta api di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Dua orang wanita yang berboncengan tewas tertabrak kereta hingga terseret 10 meter.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengungkapkan bahwa kecelakaan maut tersebut terjadi di Perlintasan JPL Km 55, Kampung Benteng Bruney RT 05/09, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Peristiwa memilukan ini berlangsung pada Kamis (11/6/2026) siang.

Kedua korban yaitu Murni Anjani (30), seorang ibu rumah tangga asal Kampung Cikaret, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Sementara rekannya bernama Cici Rahmawati (17), warga Babakan Garung, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat kereta api yang diawaki oleh masinis berinisial MP dan asisten masinis GD tengah melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Secara mengejutkan, sepeda motor yang dikendarai korban mendadak melintas dari arah bawah.

"Menurut keterangan saksi, pada saat kereta api melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor, tiba-tiba pengendara motor dari arah bawah langsung melintas," kata Ade Ruli.

ADVERTISEMENT

Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras pun tak terhindarkan. Sepeda motor korban langsung tertabrak hingga sempat terseret sejauh kurang lebih 10 meter dari titik lokasi benturan. Warga sekitar yang berada di lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan.

Usai kejadian, pihak kepolisian bersama warga langsung mengevakuasi kedua korban yang mengalami luka berat ke Rumah Sakit (RS) Asyifa Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Dokter jaga IGD RS Asyifa, dr. Eva Tantika, menyebutkan kedua korban tiba di rumah sakit dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala, lengan, hingga kaki, serta pendarahan aktif dari mulut dan telinga.

"Tadi sekitar jam 11.45 WIB dalam keadaan sudah tidak sadar. Yang satu mengeluarkan darah dari kepala dan telinga, kemudian ada multiple injury (luka parah di beberapa bagian). Yang satu lagi sama ada penurunan kesadaran juga, tidak sadar, terdapat patah tulang juga," urai dr. Eva.

Pihak penanganan darurat dan dokter spesialis saraf RS Asyifa telah melakukan upaya penanganan medis secara maksimal. Namun, kondisi kesehatan kedua korban terus merosot hingga mengalami henti napas dan henti jantung.

"Kita sudah ikhtiar maksimal, namun keadaannya terjadi penurunan, ada desaturasi, henti napas, ada henti jantung. Pasien dinyatakan meninggal," jelas dr. Eva.

Nyawa kedua korban akhirnya tidak tertolong. Korban pertama dinyatakan meninggal dunia pada lebih dulu, sedangkan korban kedua menyusul pada pukul 13.52 WIB. Pihak rumah sakit juga telah mengonfirmasi situasi kritis ini kepada keluarga korban sebelum keduanya mengembuskan napas terakhir.

Saat ini, pihak kepolisian telah mendatangi TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, dan berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota untuk penanganan hukum lebih lanjut.

Masinis Melihat Pergerakan Kendaraan Roda Dua

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan masinis KA Pangrango sebenarnya sudah melihat adanya pergerakan kendaraan roda dua yang hendak melintas. Sesuai prosedur, masinis langsung membunyikan klakson lokomotif atau Semboyan 35 sebagai tanda agar pengendara berhenti.

"Berdasarkan laporan yang diterima, masinis KA Pangrango telah membunyikan Semboyan 35 sebagai peringatan. Namun kendaraan roda dua tetap berada pada jalur kereta api sehingga terjadi temperan," kata Franoto, Kamis (11/6/2026).

Atas kejadian memilukan ini, KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada pihak keluarga korban. "Kami turut prihatin atas kejadian yang terjadi. Saat ini korban telah dievakuasi dan KAI berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan," imbuh Franoto.

KAI Sentil Kedisiplinan Warga di Jalur Liar

Franoto memastikan insiden kecelakaan ini tidak sampai mengganggu operasional kereta api. Petugas KAI langsung bergerak cepat mengamankan jalur rel pasca-kejadian sehingga perjalanan KA Pangrango maupun kereta lainnya tetap berjalan aman tanpa keterlambatan.

Belajar dari kejadian ini, KAI mengingatkan kembali bahwa keselamatan di perlintasan sebidang, terutama di jalur-jalur liar, sangat bergantung pada kedisiplinan para pengguna jalan. Warga diminta tidak ceroboh atau terburu-buru saat hendak menyeberang rel.

"Keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, menengok ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, kemudian baru melanjutkan perjalanan dengan aman," pungkas Franoto.

Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut sudah ditangani secara intensif oleh Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota guna proses penyelidikan lebih lanjut.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads