Garis Akhir yang Menyakitkan Bagi Nadia gegara Listrik Padam

Round-Up

Garis Akhir yang Menyakitkan Bagi Nadia gegara Listrik Padam

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 12 Jun 2026 08:30 WIB
Nadia, siswi yang gagal tuntaskan lomba OSN gara-gara listrik padam.
Nadia, siswi yang gagal tuntaskan lomba OSN gara-gara listrik padam. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Berbulan-bulan, Nadia mempersiapkan diri demi menghadapi momen penting dalam hidupnya. Namun saat kesempatan itu datang, gangguan listrik yang terjadi secara tiba-tiba membuat seluruh perjuangan yang telah ia bangun terancam berakhir sia-sia.

Nadia adalah siswi kelas 5 SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Dia harus gagal mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) akibat masalah listrik mati.

Petaka yang dialami Nadia terjadi pada Senin (8/6/2026). Nadia saat itu sedang mengikuti OSN secara daring, namun kemudian mimpinya harus dikubur dalam-dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video yang memperlihatkan kondisi Nadia pun viral di media sosial. Tangisannya pecah dan saat itu mengundang simpati luas dari warganet yang menyayangkan adanya kendala teknis di tengah perjuangan keras sang siswi.

ADVERTISEMENT

Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menceritakan bahwa ujian sebenarnya berjalan mulus sejak sesi pertama pada pukul 08.00-09.00 WIB. Petaka baru muncul di sesi terakhir yang dijadwalkan pukul 13.00-14.00 WIB. Tepat pukul 13.45 WIB, aliran listrik mendadak terputus.

"Mati lampu itu kejadiannya di menit-menit akhir sebetulnya, sekitar 15 atau 20 menit lagi ke sesi akhir selesai. Awalnya ada murid yang bilang nge-freeze, kemudian sempat logout sendiri. Setelah berhasil login kembali dan berjalan beberapa menit, tiba-tiba listrik padam total," ujar Isop, Kamis (11/6/2026).

Sebetulnya, pihak sekolah sempat berupaya menahan siswa dan berharap listrik segera menyala kembali. Sialnya, hingga 3 jam ditunggu, ruangan kelas tetap gelap gulita.

"Memang kaget gitu ya, siswa nggak nyangka, terus bingung aja, bingung ini gimana. Kami menenangkan para siswa, 'Tunggu aja dulu barangkali nanti ada kebijakan lain atau misalnya nyala lagi lampunya.' Tapi ternyata ditunggu-tunggu sampai beberapa waktu tidak nyala lagi. Ya sudah, kami suruh tutup aja laptopnya, pulang," keluh Isop.

Masalahnya, Isop menyayangkan tidak adanya pemberitahuan dari pihak PLN terkait pemadaman tersebut, sehingga sekolah tidak memiliki persiapan cadangan daya. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius ke depan.

Bagi Nadia , kegagalan karena faktor teknis ini terasa sangat menyakitkan. Sebab, demi menghadapi OSN mata pelajaran IPS, ia sudah menguras energi dengan belajar intensif selama enam bulan terakhir.

"Pas awal-awal mati itu masih biasa aja, saya kira awalnya kan bakal bentar tapi ternyata pas udah denger waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi tuh saya agak gelisah gitu. Apalagi udah disiapin dari berbulan-bulan, jadi saya juga agak panik sebenernya tuh," ungkap Nadia dengan nada sedih.

Dari total 60 soal yang diujikan, Nadia sebenarnya sudah berhasil menjawab 40 soal dengan lancar. Baginya, ajang OSN ini adalah batu loncatan besar untuk mengejar cita-citanya serta membahagiakan orang tua.

"Cita-cita aku jadi diplomat, target OSN itu jadi saya tuh mau membanggakan orang tua, jadi saking inginnya juara, jadi mempersiapkan itu dari berbulan-bulan," tuturnya.

Meski mencoba tegar dan ikhlas, Nadia masih menyimpan harapan besar agar panitia pusat bersedia menggelar ujian ulang bagi peserta yang terdampak gangguan di luar kendali seperti dirinya.

"Maunya mah saya OSN diulang tapi ya gimana lagi, kalau nggak bisa ya sudah saya ikhlasin aja, dan kalaupun ada pemadaman listrik harusnya beritahu dulu jadi udah persiapan gitu," pungkasnya.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads