Teror Babi Hutan di Cianjur Berakhir, Satu Ekor Ditembak Mati

Teror Babi Hutan di Cianjur Berakhir, Satu Ekor Ditembak Mati

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 11:48 WIB
Babi hutan penyerang warga ditangkap
babi hutan penyerang warga ditangkap (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Babi hutan yang menyerang empat warga di Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur, akhirnya berhasil ditangkap dan dieksekusi. Namun, perburuan babi hutan akan terus berlanjut dengan memasang perangkap agar tak mengancam keselamatan warga.

Perburuan yang melibatkan Polres Cianjur, Perbakin, dan komunitas tersebut dilakukan pada Jumat (12/6/2026) malam.

"Setelah mendapatkan laporan dan permohonan dari warga serta pemerintah desa. Kami dari Perbakin dan dibantu Polres Cianjur langsung ke lokasi, di Kampung Cilameta Desa Bunijaya," ujar Kabid Berburu Perbakin Cianjur Gofar Hendra Gunawan, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, begitu memasuki kawasan hutan sejauh 2 kilometer, ia langsung memasang jebakan di lokasi yang diduga menjadi perlintasan babi hutan.

ADVERTISEMENT

"Setelah mengamati jalur, dan mendapati ada jejak babi hutan yang masih baru, kami pasang jerat dan umpan," tuturnya.

Tak butuh waktu lama, babi hutan tersebut memakan umpan. Namun, lantaran beberapa kali berusaha kabur dari jerat, babi hutan tersebut terpaksa dieksekusi agar tidak kembali menyerang warga.

"Babi hutan tersebut mati setelah terkena tembakan senapan. Langsung dibawa tubuhnya oleh tim," kata dia.

Menurut Gofar, babi hutan yang dieksekusi tersebut merupakan babi yang menyerang empat warga hingga menyebabkan salah satunya luka berat dengan dua jari yang putus.

"Betul dari ciri-cirinya sama dengan yang menyerang warga. Apalagi di bagian kepala ada bekas luka yang disebabkan hantaman cangkul warga yang memberikan perlawanan saat diserang," kata dia.

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan babi hutan tersebut berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 2 jam.

"Dari petugas gabungan sampai hingga berhasil ditangkap itu waktunya hanya kurang dari 2 jam. Karena sebelumnya sudah dilakukan pemetaan lokasi dan dicek jejaknya, sehingga lokasinya dapat segera diketahui," kata dia.

Alexander mengimbau warga untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas dan segera melapor jika ditemukan hewan liar yang mengancam ataupun menyerang warga.

"Silakan lapor ke petugas, kami akan tindaklanjuti berbagai laporan termasuk serangan hewan liar," ucap dia.

Kepala Desa Bunijaya, Asep Mulyadi, menuturkan perburuan babi hutan tidak akan berhenti meskipun yang menyerang warga sudah ditangkap dan dieksekusi.

Rencananya, pemburu lokal akan diturunkan untuk memasang perangkap di kawasan hutan, guna mencegah kembali turunnya kawanan babi hutan yang menyerang ladang ataupun warga.

"Ke depannya akan dilakukan pemasangan jerat atau jebakan. Meskipun warga sudah kembali tenang dan kembali ke sawah untuk bertani, tapi tetap harus diantisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, empat warga Kampung Cilameta, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, luka-luka usai diserang babi hutan saat bekerja di lahan persawahan. Bahkan satu korban alami luka berat hingga dua jarinya putus lantaran digigit babi hutan liar tersebut.

Informasi yang dihimpun detikJabar, penyerangan babi hutan mulai terjadi pada Rabu (10/6/2026) siang.

Saat itu, korban yang bernama Misbah (64) yang tengah bekerja di ladang untuk membabat rumput liar tiba-tiba diserang oleh babi berukuran besar dengan tinggi lebih kurang 70 sentimeter.

Tidak hanya diseruduk, korban yang tersungkur di tanah pun digigit di bagian tangan dan kaki hingga dagingnya terkelupas. Bahkan dua jari tangan kirinya putus akibat gigitan babi hutan tersebut.

Setelah itu, babi tersebut kembali masuk ke dalam hutan dan melakukan penyerangan di lokasi lain. Kali ini Bahrudin (60), yang juga tengah bekerja di sawah, diserang.

Meskipun sempat melakukan perlawanan, Bahrudin mengalami luka gigitan di kaki dan tangannya.

"Selain kedua lansia, lanjut dia, ada dua korban lainnya yakni Asep Rohimat (30) dan Saepul (50). Keduanya mengalami luka ringan akibat diseruduk babi hutan yang sama."

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Melihat Proses Memotong Jawadah yang Unik dengan Kendur atau Senar di Cianjur "
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads