Untaian Kata Maaf Kadisdik Jabar Usai Pengumuman PCMB Alami Gangguan

Untaian Kata Maaf Kadisdik Jabar Usai Pengumuman PCMB Alami Gangguan

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 13 Jun 2026 20:44 WIB
Kadisdik Jabar, Purwanto
Kadisdik Jabar Purwanto (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Keluhan masyarakat kembali mewarnai pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026. Setelah sebelumnya dipersoalkan sejak tahap pendaftaran dan verifikasi, kali ini kendala muncul saat pengumuman hasil pemetaan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) pukul 13.00 WIB.

Banyak orang tua mengaku kesulitan mengakses laman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat. Akibatnya, mereka tidak dapat segera mengetahui hasil pemetaan maupun memberikan persetujuan terhadap sekolah yang ditetapkan sistem.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui gangguan akses telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi para orang tua dan calon murid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu saya sampaikan bahwa atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid dalam mengakses pengumuman hasil PCMB siang ini," kata Purwanto dalam konferensi pers daring yang digelar Sabtu malam.

ADVERTISEMENT

Menurut Purwanto, kendala yang terjadi bukan disebabkan hilangnya data maupun gangguan pada server utama. Ia menyebut tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan menjadi penyebab utama sulitnya laman pengumuman dibuka.

"Perlu kami sampaikan dan luruskan bahwa kendala akses tersebut karena antusiasme yang sangat tinggi dari orang tua dan calon murid baru yang mengakses sistem secara serentak. Dan kami pastikan bahwa secara keseluruhan dipastikan sistem dalam kondisi memadai, stabil, dan aman," ujarnya.

Purwanto menjelaskan, tim teknis juga tengah melakukan penyempurnaan pada fitur pengumuman sehingga memunculkan kendala tampilan di sisi pengguna.

"Kemudian, kendala tampilan yang terjadi dikarenakan sistem sedang melakukan optimalisasi pada fitur-fitur pengumuman," katanya.

Menurut dia, penyesuaian teknis tersebut diperlukan agar data hasil pemetaan dapat ditampilkan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi saat diakses secara bersamaan oleh ratusan ribu pengguna.

"Selanjutnya bahwa proses penyesuaian administratif dan teknis ini perlu kami lakukan agar penyajian data hasil pemetaan dapat tertampil dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi saat diakses secara serentak," ujarnya.

Purwanto memastikan seluruh data calon murid tetap aman dan tidak ada yang hilang sebagaimana sempat dikhawatirkan sebagian masyarakat.

"Saat ini kami tim teknis sedang bekerja secara berkelanjutan untuk merampungkan penyempurnaan fitur pengumuman tersebut. Kami menggaransi penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disdik Jabar juga memastikan akan melakukan penyesuaian batas waktu persetujuan hasil pemetaan agar tidak ada calon murid yang dirugikan akibat gangguan sistem.

"Sebagai bentuk komitmen perlindungan pelayanan, kami akan melakukan penyesuaian tenggat waktu proses persetujuan di dalam sistem secara proporsional. Kami pastikan tidak ada satupun hak calon peserta didik yang dirugikan secara administratif akibat proses penyesuaian fitur-fitur ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Purwanto kembali menegaskan bahwa PCMB dibuat sebagai instrumen pemetaan untuk memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat dapat memperoleh akses pendidikan yang sesuai.

"Kemudian kami, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan ini (PCMB) dengan tujuan agar anak-anak kita, lulusan-lulusan MTS dan Tsanawiyah itu bisa mendapatkan akses layanan pendidikan di Provinsi Jawa Barat dengan baik, terpetakan dengan baik, dan tentu ini juga berkenaan dengan pelayanan kita dalam memberikan mutu pendidikan kepada anak-anak di Provinsi Jawa Barat," tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan penyempurnaan terhadap berbagai persoalan teknis yang ditemukan selama pelaksanaan PCMB.

"Terus kami berupaya menyempurnakan secara teknis hal-hal yang kami temukan di lapangan. Kemudian bahwa apa yang menjadi landasan kita melakukan PCMB ini, kita menginginkan agar semua anak di Provinsi Jawa Barat itu bisa bersekolah dan bisa tertampung pada sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Jawa Barat sesuai dengan minat dan pilihan mereka," katanya.

Purwanto juga mengakui daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Barat masih terbatas dibanding jumlah lulusan setiap tahun. Karena itu, hasil pemetaan akan menjadi dasar pemerintah untuk menyiapkan berbagai intervensi pendidikan.

"Bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berpijak pada data dan realitas. Kami sangat memahami bahwa daya tampung SMA-SMK Negeri ini sangat terbatas. Oleh karena itu, bagi calon peserta didik yang pada akhirnya nanti tidak dapat tertampung di sekolah negeri, pemerintah telah menyiapkan formulasi intervensi," ujarnya.

"Ini yang menjadi tujuan dari pemetaan ini agar semuanya bisa terpetakan dengan baik dan bisa terlayani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," lanjutnya.

Salah satu solusi yang disiapkan Pemprov Jabar adalah menempatkan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri ke sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

"Untuk itu, beberapa solusi yang akan ditempuh adalah dengan cara penyaluran mereka yang tidak diterima di sekolah negeri ke sekolah-sekolah swasta yang telah menjalin kerjasama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Purwanto.

Melalui skema tersebut, biaya pendidikan siswa akan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Selain itu, Pemprov Jabar juga akan memperluas layanan SMA Terbuka di sejumlah wilayah sebagai alternatif bagi siswa yang belum tertampung.

"Kemudian selain itu, optimalisasi perluasan akses SMA Terbuka di tempat-tempat yang membutuhkan juga terus kami lakukan sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak yang putus sekolah atau tidak tertampung pada layanan pendidikan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Ketagihan Bermain Drift Trike yang Seru di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads