Menguak Fenomena Rumah Kosong di Jantung Kota Ciamis

Menguak Fenomena Rumah Kosong di Jantung Kota Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 14:38 WIB
Rumah kosong yang hendak dijual di perkotaan Ciamis.
Rumah kosong yang hendak dijual di perkotaan Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Di balik suasana Kota Ciamis yang tenang dan tertata, tersimpan fenomena yang kerap mengundang tanda tanya. Di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ir H Juanda, Jalan Tanjungsari, hingga Jalan Kartini, deretan rumah kosong mudah ditemukan.

Sebagian masih berdiri kokoh. Sebagian lainnya tampak terbengkalai, dipenuhi rumput liar dan cat yang mulai memudar dimakan usia.

Padahal, bangunan-bangunan tersebut berada di lokasi yang terbilang strategis. Beberapa bahkan berada tepat di jalur nasional yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan. Namun, bertahun-tahun berlalu, papan bertuliskan 'Rumah Dijual' masih terpampang tanpa tanda-tanda akan segera berpindah tangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemandangan ini menjadi ironi tersendiri. Di saat banyak orang mendambakan hunian di pusat kota, sejumlah rumah di kawasan perkotaan Ciamis justru kosong tanpa penghuni.

Lurah Ciamis, Muhlaso Dian Adinata, mengatakan fenomena tersebut sebagian besar dipicu oleh faktor warisan keluarga. Menurutnya, banyak pemilik rumah generasi pertama yang telah meninggal dunia, sementara anak-anak mereka memilih menetap dan berkarier di luar daerah.

ADVERTISEMENT

"Dari informasi yang kami terima, kebanyakan rumah kosong itu merupakan aset warisan. Setelah orang tuanya meninggal, anak-anaknya sudah tinggal dan bekerja di luar kota, sehingga rumah tersebut akhirnya tidak ditempati lagi," ujarnya saat ditemui di Kelurahan Ciamis, Senin (15/6/2026).

Kondisi itu membuat sejumlah rumah hanya sesekali dikunjungi ahli waris. Bahkan tidak sedikit yang kemudian dibiarkan kosong selama bertahun-tahun sambil menunggu keputusan keluarga, apakah akan ditempati kembali atau dijual.

Sebagian pemilik memilih menjual rumah tersebut. Namun, proses penjualan kerap berjalan lambat. Muhlaso menilai, salah satu penyebabnya adalah harga yang ditawarkan relatif tinggi dibandingkan kondisi pasar properti di Ciamis.

"Ada beberapa rumah yang sudah lama dipasarkan tetapi belum terjual. Salah satu kemungkinan karena harga yang ditawarkan cukup tinggi. Standarnya kadang disamakan dengan kota-kota besar, sementara kondisi pasar di Ciamis tentu berbeda," katanya.

Menurut Muhlaso, masyarakat Ciamis yang mencari rumah untuk tempat tinggal umumnya memiliki banyak alternatif. Saat ini berbagai perumahan komersial di kawasan perkotaan menawarkan rumah modern dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan rumah-rumah lama di pusat kota.

"Kalau untuk kebutuhan hunian, masyarakat bisa mendapatkan rumah yang nyaman di kawasan perumahan dengan harga yang lebih realistis. Itu menjadi salah satu pertimbangan calon pembeli," jelasnya.

Meski demikian, Muhlaso menilai kondisi tersebut tidak selalu harus dipandang negatif. Di tengah perkembangan kota-kota lain yang semakin padat dan semrawut, Ciamis justru masih menawarkan suasana perkotaan yang tenang dan nyaman untuk ditinggali.

Ia mencontohkan, meski berada di pusat kota, lingkungan di Ciamis masih relatif tertata, tidak terlalu padat, dan memiliki kualitas hidup yang cukup baik bagi warganya.

"Kalau bicara kenyamanan tempat tinggal, Ciamis masih sangat nyaman. Tengah kota pun suasananya masih tertata dan tidak terlalu padat. Itu justru menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki Ciamis," tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah kelurahan terus mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di sekitar rumah-rumah yang tidak berpenghuni. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan gotong royong rutin di tingkat RT dan RW serta dukungan Tim Ungu yang menangani kebersihan kawasan perkotaan.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads