Rentetan insiden mencekam hingga berujung maut menimpa sejumlah anak di bawah umur saat menghabiskan waktu liburan di berbagai objek wisata di wilayah Jawa Barat.
Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, petaka yang bermula dari lepasnya pengawasan orang dewasa tercatat terjadi di tiga daerah berbeda, yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Sukabumi.
Tragedi paling memilukan yang merenggut korban jiwa terjadi di kawasan wisata Pantai Balongan Indah (Bali) II, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu pada Rabu (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang anak berusia 11 tahun berinisial D tewas tenggelam usai nekat melompat ke laut. Nahasnya, korban beserta empat rekannya diketahui masuk ke area pantai secara ilegal dan bermain melampaui batas aman berupa bendera merah yang telah dipasang.
Ketua Pengelola Pantai Bali II, Akso Surya Darmawangsa, membenarkan kenekatan anak-anak tersebut sebelum insiden maut terjadi.
"Mereka masuk bukan melalui pintu resmi, melainkan lewat jalur tikus. Setelah itu korban melompat dari ujung jembatan ke laut," ujar Akso kepada detikJabar, Senin (15/6/2026).
Meski sempat berhasil dievakuasi ke daratan usai terseret 20 meter dan diberikan napas buatan, nyawa korban pada akhirnya tak tertolong saat dirawat di IGD RSUD Indramayu.
Pihak keluarga pun telah menerima kepergian sang anak sebagai sebuah musibah.
Kuningan
rekaman CCTV bocah jatuh di kolam renang Kuningan Foto: Istimewa |
Berselang beberapa hari, tepatnya pada Minggu (14/6/2026) sore, kelalaian pengawasan kembali memicu petaka di objek wisata kolam renang Zam Zam Pool, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun terekam kamera pengawas (CCTV) terjatuh dari lantai dua area tempat makan.
Dalam video yang kadung viral di media sosial, korban tampak kehilangan keseimbangan saat memanjat meja dan berpindah sambil berpegangan pada pagar pembatas. Kepanikan tergambar jelas dari respons warga yang menyaksikan video tersebut.
"Tuh naik tah labuh. (Tuh naik setelah itu jatuh)," tutur suara dalam video tersebut.
Korban yang diduga sempat tak sadarkan diri akibat benturan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Kapolsek Jalaksana, AKP Imam Rubianto, memastikan bahwa nyawa bocah tersebut masih bisa diselamatkan dan kondisinya berangsur membaik.
"Bener kejadiannya hari Minggu Sore. Sudah sadar. Bagian tubuh yang patah juga tidak ada. Cuman sekarang dirawatnya sudah di rumah sakit di Indramayu. Sama orang tuanya dirawat di sana. Usia anaknya 8 tahun, masih di bawah umur," tutur Iman, Senin (15/6/2026).
Sementara itu, pihak pengelola wisata irit bicara saat dimintai keterangan terkait insiden kelalaian ini. Perwakilan manajemen Zam Zam Pool, Dede, mengaku masih mengumpulkan data di lapangan.
"Ya nanti ya. Kita lagi mastiin baik-baik semuanya," kata Dede saat dikonfirmasi.
Sukabumi
Di hari yang sama dengan insiden di Kuningan, keajaiban menyelamatkan nyawa seorang siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berinisial RAA (5) di Taman Wisata Air Alam Oasis, Kabupaten Sukabumi.
Saat acara kenaikan kelas berlangsung, korban terlepas dari pantauan orang tua hingga terpeleset ke dalam kolam renang sedalam 50 sentimeter. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, membeberkan runtutan lolosnya sang anak dari area yang seharusnya sudah dikunci oleh panitia tersebut.
"Namun, sekira pukul 09.40 WIB, anak tersebut rupanya berhasil keluar dari gedung acara menuju ke kawasan kolam renang tanpa terpantau oleh orang tua maupun keluarganya," terang Ade Ruli saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Beruntung, BeritaKlik-BeritaKlik saat bocah hiperaktif itu kesulitan berdiri di air disadari oleh seorang pengunjung yang bekerja di bidang kesehatan. Saksi tanpa ragu melompat ke dalam kolam untuk mengevakuasi korban.
"Saksi langsung memberikan pertolongan pertama berupa CPR (resusitasi jantung paru) atau napas buatan kepada korban. Upaya tersebut berhasil hingga korban mengeluarkan air dari mulutnya dan berangsur sadar kembali," ujarnya.
Pihak penyelenggara yang tak mau ambil risiko kemudian membawa korban ke RSUD Syamsudin SH (RS Bunut) untuk diobservasi secara menyeluruh.
"Dari hasil pengecekan oleh tim medis di RS Bunut dapat dipastikan bahwa anak tersebut benar-benar dalam keadaan sehat secara normal. Setelah dipastikan aman, korban dibawa kembali ke lokasi wisata untuk mengikuti sisa rangkaian acara tari-tarian kenaikan kelasnya," paparnya.
Merespons kehebohan video aksi heroik penyelamatan tersebut, aparat kepolisian telah mendatangi rumah korban. Keluarga RAA memastikan tidak akan menuntut pihak wisata karena menyadari kelengahan ada pada mereka.
"Pihak keluarga menyadari bahwa kejadian ini murni merupakan kelalaian dari sisi keluarga dalam menjaga korban, mengingat sang anak memang dikenal sangat hiperaktif," pungkasnya.
(sya/yum)

