Pawai Obor di Cimahi, Hangat dan Inklusif

Pawai Obor di Cimahi, Hangat dan Inklusif

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 20:54 WIB
Peserta pawar obor sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Cimahi
Peserta pawar obor sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Dari kejauhan, nyala api menyaingi terang lampu kendaraan. Semakin dekat, terlihat orang-orang berbaris rapi menyusuri jalan dari sekitaran Rusunawa Cigugur Tengah, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Anak-anak hingga orang dewasa berjalan perlahan, sebagian memegang obor. Mereka melantunkan salawat nabi dan takbir sepanjang perjalanan pawai obor mengitari kawasan Kelurahan Cigugur Tengah, Senin (15/6/2026) malam.

Hangat terasa menyambut perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Sempat mendung pada siang hari, namun ciaca bersahabat sampai malam. Angin sepoi-sepoi, tak terlalu dingin menusuk kulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tokoh masyarakat RW 05 Kelurahan Cigugur Tengah, Mumuh, mengatakan jika perayaan Tahun Baru Islam tak boleh kalah meriah dengan perayaan tahun baru masehi. Pawai kali ini, merupakan yang ketujuh kali mereka jalani meskipun sempat terputus pandemi COVID-19.

Pawai obor pada momen kali ini, juga sebagai jembatan mengenalkan tradisi dari Tanah Air serta memupuk rasa cinta generasi muda pada agama Islam yang dianut di tengah arus modernisasi yang gencar.

ADVERTISEMENT

"Kami panitia pawai obor ini sangat bahagia, perayaan Tahun Baru Islam di sini berjalan meriah. Anak-anak, ibu-ibu, pemuda, semuanya ikut pawai obor bukan cuma perayaan tahun baru masehi," kata Mumuh saat ditemui.

Demi menjaga keamanan, panitia pawai obor melibatkan pihak kepolisian selama perjalanan pawai. Rute yang akan ditempuh peserta pawai obor diperkirakan mencapai tiga hingga empat kilometer

Diawal dari kumpul di sekitaran Rusunawa Cigugur Tengah, lalu belok ke arah Cimindi, kemudian menuju arah Cibabat, berbelok ke arah Kantor Kelurahan Cigugur Tengah, dan kembali ke titik pemberangkatan.

"Untuk keamanan kita libatkan kepolisian dan Linmas. Karena kan rute pawainya melewati jalan raya, banyak anak-anak juga pesertanya jadi harus aman," ujar Mumuh.

Penyandang Tunanetra Pun Tak Mau Ketinggalan

Di antara rapatnya barisan peserta pawai obor, ada sekitar sepuluh orang yang menyita perhatian. Pergerakan mereka tak lazim, berjalan sembari sambil berpegangan pundak, serta orang paling depan memegang tongkat.

Peserta pawar obor sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di CimahiPeserta pawar obor sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Cimahi Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Ternyata, para penyandang disabilitas tak mau luput dari kemeriahan perayaan Tahun Baru Islam. Mereka difasilitasi, berbaur tanpa ada sekat, tak ada yang berusaha menyingkirkan dari barisan.

"Alhamdulillah, ini agenda pawai kami yang kedua kali. Senang bisa terlibat lagi, difasilitasi untuk ikut pawai obor dengan masyarakat umum," kata Dewa Ahmad Maulana, seorang penyandang disabilitas.

Mereka berharap perayaan Tahun Baru Islam mengiringi limpahan berkah buat semua orang tanpa terkecuali. Mereka melafadzkan doa dan puji-pujian untuk Yang Maha Kuasa demi kebaikan semua.

"Tentu kami mengharapkan kebaikan, mengharapkan keberkahan. Ada juga harapan khusus buat kami, para disabilitas mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah," kata Dewa.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads