Seorang kreator konten asal Thailand yang dikenal luas di TikTok dilaporkan tewas setelah ditembak oleh mantan kekasihnya. Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban sedang melakukan panggilan video dengan pasangan barunya.
Korban yang diketahui bernama Pon, 26 tahun, memiliki lebih dari 200 ribu pengikut di TikTok. Melansir Wolipop, ia ditemukan meninggal dunia di samping mobil Honda Jazz berwarna putih miliknya dengan luka tembak di bagian punggung dan leher.
Di dalam kendaraan tersebut, petugas menemukan anak korban yang masih berusia dua tahun. Beruntung, balita itu dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula ketika kendaraan yang dikendarai korban diduga kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Mantan pacarnya, yang diketahui bernama Beer, disebut datang membawa jeriken berisi bensin untuk membantu mengisi bahan bakar kendaraan korban.
Saat proses tersebut berlangsung, Pon diketahui sedang melakukan panggilan video dengan kekasihnya saat ini, Kla.
Kepada penyidik, Kla mengaku sempat mendengar percakapan yang berubah menjadi pertengkaran sebelum terdengar suara tembakan dari sambungan telepon.
"Setelah itu ponselnya jatuh dan sambungan telepon terputus," demikian keterangannya, seperti dikutip dari Mothership.
Polisi menduga Beer kemudian melarikan diri menggunakan sebuah truk setelah penembakan terjadi.
Penyelidikan mengungkap bahwa hubungan antara korban dan pelaku memiliki latar belakang yang cukup kompleks. Sebelum menjalin hubungan dengan Beer, Pon diketahui pernah berpacaran dengan Kla dan memiliki seorang anak dari hubungan tersebut.
Setelah sempat berpisah dari Kla, Pon menjalin hubungan dengan Beer. Namun, hubungan itu kemudian berakhir dan korban kembali menjalin hubungan dengan Kla.
TikToker Thailand tewas ditembak mantan pacar Foto: dok. X |
Menurut keterangan polisi, Beer diduga merasa kecewa setelah hubungan mereka berakhir. Situasi semakin rumit karena korban dan pelaku disebut memiliki keterkaitan di lingkungan pekerjaan yang sama.
Pon diketahui bekerja sebagai petugas di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan informasi bahwa korban pernah melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Beer kepada pihak perusahaan.
Laporan tersebut disebut berujung pada pemecatan Beer beberapa hari sebelum insiden terjadi. Penyidik menduga persoalan pribadi yang diperparah oleh masalah pekerjaan menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi aksi penembakan tersebut.
Setelah identitas pelaku terkonfirmasi, aparat kepolisian segera melakukan pelacakan terhadap kendaraan yang digunakan Beer untuk melarikan diri.
Pengejaran sempat berlangsung sebelum kendaraan yang dikendarainya berhenti akibat ban pecah. Namun, ketika petugas mendekati kendaraan tersebut, Beer ditemukan telah meninggal dunia di dalam mobil.
Berdasarkan temuan awal di lokasi, polisi menduga Beer meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri setelah melarikan diri. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dan motif di balik kasus tersebut.
Kasus ini menyita perhatian publik Thailand, tidak hanya karena korban merupakan figur yang cukup dikenal di media sosial, tetapi juga karena tragedi tersebut terjadi di hadapan kekasih korban yang menyaksikan BeritaKlik-BeritaKlik kejadian melalui panggilan video.
Artikel ini sudah tayang di Wolipop
(dir/dir)

