Akses Sulit di Cipatat, Warga Gotong Pasien Menuju Ambulans

Akses Sulit di Cipatat, Warga Gotong Pasien Menuju Ambulans

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 16 Jun 2026 17:30 WIB
tangkapan layar video viral warga kbb di atas brankar digotong warga
tangkapan layar video viral warga kbb di atas brankar digotong warga (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Media sosial dihebohkan dengan video yang menunjukkan seorang wanita yang sedang sakit terbaring di atas brankar digotong warga menuju ambulans. Peristiwa itu terjadi di Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Wanita yang diangkut brankar tandu itu ialah Rina Fitri Yulianti. Ia terlihat dalam kondisi lemah di atas brankar yang biasanya ada di dalam ambulans. Namun brankar terpaksa digotong oleh warga dengan cara diikat menggunakan tali dengan bambu. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu (14/6).

"Betul, itu warga kami yang sedang sakit mau dibawa ke rumah sakit. Diangkut sama warga sampai ke pinggir jalan tempat ambulans parkir," kata Ketua RW setempat, Setiawan saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Fitri ada di permukiman di tepi perlintasan kereta api dekat Stasiun Sasaksaat. Akses menuju rumahnya memang terbatas, mesti menapaki jalan berbatu yang memang tak bisa dimasuki kendaraan roda empat.

ADVERTISEMENT

"Memang aksesnya terbatas, cuma bisa dilewati motor karena kan menyusuri jalan gang di pinggir rel kereta api. Untuk ambulans di dekat Stasiun Sasaksaat, sekitar 500 meter dari rumahnya," kata Setiawan.

Fitri terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena ada jahitan bekas operasi yang dijalaninya sepekan lalu tiba-tiba terbuka. Ia sebetulnya dijadwalkan kontrol ke RS Hasan Sadikin pada Rabu (17/6). Namun ternyata jadwal pemeriksaannya datang lebih cepat.

"Jadi kondisinya darurat, karena katanya jahitan bekas operasinya terbuka. Makanya Minggu itu langsung dibawa, padahal jadwal kontrolnya hari Rabu besok. Tapi alhamdulillah semua lancar," kata Setiawan.

Setiawan berharap ada solusi untuk kondisi tersebut. Apalagi peristiwa warga yang sakit harus diangkut tandu darurat demi mendapatkan penanganan medis bukan yang pertama kali terjadi.

"Ya memang bukan pertama kali, sudah beberapa kali karena kondisinya akses di sini terbatas. Mudah-mudahan nanti ada solusi, apakah dibuatkan jalan supaya ambulans bisa masuk atau seperti apa," kata Setiawan.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads