Suasana liburan di kawasan wisata Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah tegang ketika dua wahana Keranjang Sultan Langit terlihat saling bertabrakan di atas ketinggian. Momen yang terjadi di tengah bentangan Lembah Purba itu terekam video dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, sejumlah pengunjung tampak berada di dalam keranjang yang melintas di jalur udara. Namun di tengah perjalanan, salah satu keranjang berhenti sehingga memicu benturan dengan keranjang lain yang bergerak dari belakang. Insiden itu langsung memunculkan kepanikan karena terjadi ratusan meter di atas permukaan tanah.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (14/6/2026). Meski sempat membuat pengunjung ketakutan, tidak ada korban luka dalam kejadian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Abdul Rozak (33), menjadi saksi sekaligus perekam momen tersebut. Ia mengaku saat itu sedang menikmati wahana bersama sejumlah rekan kerjanya.
"Jadi saya lagi naik keranjang langit itu, pas kebetulan dari arah yang berlawanan itu ada keranjang yang berhenti dan di belakangnya ada lagi keranjang yang maju, jadi ketabrak yang di depannya," ujar Rozak kepada detikJabar, Rabu (17/6/2026).
Rozak mengatakan, sebelum benturan terjadi, jalur wahana memang terlihat tidak bergerak normal. Sejumlah keranjang sempat berhenti sehingga menimbulkan antrean di lintasan.
"Pastinya harus ditingkatkan lagi untuk sistem pengamanannya. Iya (diduga) macet. (Keranjang sultan) arah berangkat, saya videonya arah pulang. Tapi alhamdulillah penumpangnya aman selamat semuanya," tambahnya.
Video yang diunggah ke media sosial itu kemudian memicu berbagai spekulasi. Banyak warganet menduga insiden terjadi akibat gangguan mesin atau masalah teknis pada wahana yang berada di ketinggian sekitar 160 hingga 180 meter tersebut.
Pengelola Bantah Ada Kerusakan Mesin
Menanggapi video viral itu, Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam selaku pengelola kawasan wisata Suspension Bridge Sukabumi, Marcelinus, membantah anggapan bahwa tabrakan terjadi akibat kerusakan sistem atau kemacetan mesin.
Menurutnya, insiden tersebut terjadi karena pengunjung secara tidak sengaja menyentuh panel pengatur mekanis yang berada di dalam keranjang.
"Maju-mundurnya itu sama tamu. Jadi, tamu nggak tahu itu main diputar-putar kayak gitu. Di sebelah kanan tuh diputar, kan itu tuh buat muterin itu jalan sendiri. Nah itu di atas di kanan diputar, sama tamu kesenggol sama siku. Jadi bukan karena macet atau apa, bukan," jelas Marcelinus.
Wahana Keranjang Sultan Langit di Sukabumi Foto: Siti Fatimah |
Ia menegaskan bahwa benturan yang terjadi tidak membahayakan keselamatan penumpang. Sebab, seluruh wahana telah dirancang dengan standar keamanan berlapis.
"Setiap orang yang naik, itu disampaikan semua dari safety apa segala macam disampaikan. Nah, mungkin kalau orang kan kalau di atas jadi rewas (panik/kaget) lah kalau di atas, udah di ketinggian, nah itu, akan lupa kayak gitu," ungkapnya.
Marcelinus memastikan seluruh penumpang Keranjang Sultan Langit menggunakan perlengkapan keselamatan yang terhubung langsung ke sistem pengaman utama.
"Semua keranjang sultan itu, keranjang langit itu, semua tamu itu pakai safety. Semua pakai seat harness. Semua terkonek seat harness-nya double dan ke atas semuanya udah ke line utama terkonek. Dan itunya pun kita bukan pakai tali karmantel aja, itu udah pakai sling juga. Sling-nya aja pakai 32 mili dan double," paparnya.
Ia juga menyebut seluruh komponen keselamatan telah melalui pengujian sebelum wahana dioperasikan untuk umum. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir untuk mencoba wahana yang menjadi salah satu ikon wisata Situ Gunung tersebut.
"Sebelum dioperasikan juga sebenarnya udah ada pengujian. Pihak kita sebetulnya, semua jangan takut, tamu. Karena semuanya kita juga udah memakai standar ganda. Pengaman utama pun itu kan puluhan ton si kekuatannya, bisa dilihat dari konstruksinya," pungkas Marcelinus.
(bba/yum)

