Ketidakpastian masih dirasakan sebagian orang tua calon murid dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026. Salah satunya dialami Aming, warga Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, yang hingga kini masih berupaya mencari sekolah bagi putrinya setelah gagal lolos pada proses sebelumnya.
Aming mendatangi SMAN 1 Bandung, Kamis (18/6/2026), untuk mencari informasi terkait kuota yang masih tersedia. Ia berharap putrinya masih memiliki peluang diterima melalui jalur domisili pada tahapan berikutnya.
"Barusan nanyain kuota," kata Aming saat ditemui di SMAN 1 Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku mengincar SMAN 1 Bandung sebagai tujuan berikutnya setelah putrinya tidak lolos di sekolah pilihan sebelumnya.
"Ya kepengennya di sini," ujarnya.
Namun, hingga kini ia belum bisa memastikan peluang anaknya diterima. Pihak sekolah memintanya lebih dulu memantau sistem dan memperhatikan ketentuan jarak domisili yang berlaku.
"Kalau lihat katanya harus lihat dulu di ini, di website. Jaraknya harus dilihat dulu," katanya.
Sebelumnya, putri Aming tercatat mendaftar ke SMAN 10 Bandung. Namun, proses tersebut berakhir tanpa hasil yang diharapkan. Nama sang anak gugur saat tahap pemetaan.
"Di SMA 10," kata Aming saat ditanya sekolah tujuan sebelumnya.
"Ya itu karena apa katanya, enggak klik apanya," lanjutnya.
Meski kecewa, Aming mengaku belum menyerah. Ia masih berharap anaknya bisa mendapatkan kursi di sekolah negeri melalui tahapan berikutnya.
"Yang ini kan ada tahap dua, kan berarti masih ada harapan gitu kan kalau dibuka lagi tahap dua gitu. Jadi masih ada harapan gitu. Ya makanya coba aja dulu. Nah kalau tahap dua enggak masuk ya udah," ujarnya.
Jika seluruh peluang di sekolah negeri tertutup, Aming mengaku akan mengalihkan pilihan ke sekolah swasta.
"Ya udah, paling ke swasta. Ya diusahain dulu aja," katanya sambil tersenyum.
SMAN 1 Bandung Masih Sisakan Kuota
Sementara itu, Humas Eksternal SMAN 1 Bandung Sukadi menjelaskan, masih terdapat sejumlah kuota yang belum terisi untuk SPMB tahap satu, yakni sebanyak 14 kuota.
"Kuota yang tersisa di tahap satu itu untuk jalur prestasi akademik itu sejumlah 14," kata Sukadi.
Meski demikian, ia menyebut masih ada sejumlah calon murid yang berada dalam antrean sistem, sehingga jumlah pasti kursi yang nantinya tersedia masih menunggu proses berjalan.
"Namun selain itu ada juga yang ngantri gitu ya, yang ngantri hanya kita tidak tahu apakah yang ngantri itu nanti yang akan kuota 14 itu yang dalam antrean, ataukah semua mereka harus mendaftar ulang di tahap satu ini atau gimana. Kita tidak tahu karena semuanya by system," ujarnya.
Secara keseluruhan, SMAN 1 Bandung memiliki daya tampung 462 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar.
"Total kuota untuk keseluruhannya dari semua jalur itu 462," katanya.
Menurut Sukadi, sebagian besar kuota telah terisi melalui proses PCMB. Namun, masih terdapat beberapa kursi yang berpotensi tersedia karena adanya calon murid yang mengundurkan diri.
"Sudah di PCMB kemarin. Plus satu nanti mungkin yang di tahap dua ya, masih ada satu orang yang MBK 3 orang. Nah kemudian ada lagi yang domisili yang mengundurkan diri satu orang. Berarti totalnya ada 18 yang belum terisi di tahap satu dan tahap dua nanti," jelasnya.
Banyak Orang Tua Datang Mencari Kepastian
Sukadi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir cukup banyak orang tua yang datang langsung ke sekolah untuk menanyakan peluang masuk pada tahap berikutnya.
"Pada dasarnya mereka yang datang ke sini itu adalah yang mempertanyakan mengenai tahap satu dan tahap dua seperti apa," katanya.
Pihak sekolah kemudian memberikan penjelasan mengenai mekanisme penerimaan yang sepenuhnya dilakukan melalui sistem.
"Kita jelaskan bahwa tahap satu itu adalah untuk daftar bagi mereka yang kuotanya masih tersedia. Kalau yang kuota sudah tidak tersedia tentu saja tidak bisa. Nah tahap satu ini kan yang bagian bidang akademik dulu yang prestasi akademik. Adapun yang di tahap dua nanti yang domisili gitu," ujarnya.
Selain mencari informasi, kata Sukadi, tidak sedikit orang tua yang datang untuk menyampaikan keluhan karena anaknya gagal lolos pada proses sebelumnya.
"Dan ada juga sih memang yang datang ke sekolah mengeluhkan tentang ketidakterimaannya mereka di PCMB itu, ya tetapi kan semuanya itu adalah pilihan dari mereka sendiri ya. Artinya ketika tidak tersaring ya berarti itu kan memang kurang cermat dalam melakukan pilihan," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa SMAN 1 Bandung mendapatkan tambahan kuota penyangga bagi calon murid dari Kecamatan Cibeunying Kaler yang hingga kini belum memiliki SMA negeri.
"Karena kita ketitipan 6 siswa per rombel itu dari kuota domisili penyangga dari Kecamatan Cibeunying Kaler. Jadi kecamatan yang tidak memiliki SMA maka salah satunya disangga oleh SMA Negeri 1 Bandung," pungkas Sukadi.
(bba/yum)
