Tangis YTR (29) sempat pecah ketika dokter dan keluarga mencoba menanyakan penyebab luka-luka yang memenuhi wajah serta kepalanya. Kini, saat kondisinya mulai membaik dan mampu berkomunikasi, perempuan itu mengucapkan kalimat pertama yang justru mengiris hati orang-orang terdekatnya.
Dia menjadi korban dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan kekasihnya, TH, di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kasus itu pun telah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026).
Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, YTR akhirnya mulai bisa merespons pertanyaan keluarga meski suaranya belum terdengar jelas. Namun alih-alih mengeluhkan rasa sakit yang dialaminya, perempuan berusia 29 tahun itu justru mengucapkan satu kalimat sederhana yang membuat keluarganya terdiam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama yang diucapin minta maaf," kata kakak korban, Melanie Silviani, saat menceritakan kondisi adiknya via pesan singkat, Kamis (18/6/2026).
Permintaan maaf itu terucap saat YTR masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kondisinya berangsur membaik, namun luka-luka yang dideritanya disebut masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Menurut Melanie, tim medis saat ini masih fokus menangani infeksi pada bagian kepala dan wajah korban. Setelah kondisinya memungkinkan, dokter akan melakukan tindakan lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah YTR yang mengalami kerusakan akibat dugaan penganiayaan tersebut.
Di balik luka-luka yang dialaminya, tersimpan cerita yang selama ini disebut sempat ditutupi korban. Kepada dokter, YTR awalnya mengaku terjatuh di kamar mandi saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialaminya. Namun seiring waktu, korban akhirnya mengungkap bahwa dirinya diduga mengalami penyiksaan.
"Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia bilang, kalau dia disiksa," ungkap Melanie.
Melanie menduga adiknya sempat menutupi kejadian yang dialaminya karena mengalami trauma berat terhadap pelaku. Korban disebut takut menerima kekerasan yang lebih parah jika berani menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Awalnya enggak (jujur). Ke sini-ke sini baru ngomong. Karena katanya kalau dia macam-macam ya, itu pasti dipukuli habis-habisan," tambah Melanie.
Saat ini, korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara hingga tidak bisa berjalan. Korban pun masih dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
"Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah," kata Melanie.
Melanie menyatakan, penanganan terhadap korban akan dilanjutkan jika cairan nanah di bagian kepalanya sudah bersih.
"Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur," ungkapnya.
Menurutnya, korban merupakan adik kedua dari empat bersaudara. Saat ini korban, sudah bisa berkomunikasi namun suaranya belum jelas. "Bisa cuma belum jelas," ujarnya.
Dalam kejadian ini, Melanie minta polisi untuk segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.
"Harapan saya, semoga pelaku cepat ketangkap dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Kalau bisa hukum mati supaya tidak meresahkan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Keji! Ayah di Gorontalo Aniaya Bayi Sambil Video Call Istri"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
