Jabar Hari Ini: Derita Adik Kakak di Sumedang Disiram Air Keras PIL Ibu

Jabar Hari Ini: Derita Adik Kakak di Sumedang Disiram Air Keras PIL Ibu

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 19 Jun 2026 22:00 WIB
Ilustrasi air keras
Ilustrasi air keras (Foto: Getty Images/iStockphoto/victorass88)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Jumat (19/6/2026). Mulai dari pelaku penyiraman air keras terhadap dua bocah di Sumedang ditangkap hingga Salat Jumat sunyi di Tasikmalaya.

Penyiram Air Keras Dua Bocah Sumedang Ternyata Selingkuhan Ibu

Polisi menetapkan seorang pria berinisial WS (32) sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap dua bocah kakak beradik di Sumedang. Tersangka diketahui memiliki hubungan khusus atau pria idaman lain (PIL) dengan ibu kedua korban.

"Iya benar kami sudah menetapkan satu orang tersangka dengan inisial WS. Jadi sosok si WS ini punya hubungan terlarang dengan ibu korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah kepada detikJabar, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanwin menjelaskan, WS merupakan salah satu saksi yang diperiksa secara intensif oleh penyidik. Dari hasil pemeriksaan tersebut, WS mengakui telah menyiramkan air keras kepada kedua korban yang merupakan kakak beradik.

"Jadi si WS ini satu dari sekian saksi yang sudah kami periksa sebelumnya. Hasil penyelidikan dia mengakui perbuatannya telah menyiram air keras ke 2 bocah," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, dua bocah kakak beradik, RFP (9) dan QSH (5), warga Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, dilarikan ke RSUD Umar Wirahadikusumah. Keduanya mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban penyiraman air keras.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Tanwin menyebut aksi keji itu terjadi dua kali, yakni pada 12 Mei dan 15 Juni. Akibatnya, korban RFP (9) menderita luka permanen pada mata kiri, sementara adiknya, QSH (5), mengalami luka di bagian belakang kepala.

"Kasus ini ya sudah 2 kali kejadian, yang pertama tanggal 12 Mei, yang kedua tanggal 15 Juni. Kakaknya luka permanen di mata sebelah kiri dan adiknya itu luka di bagian belakang kepala," pungkasnya.

Polisi Tangkap Enam Orang Diduga Perusuh di Demo Bandung

Demo yang berlangsung beberapa hari di Kota Bandung ternyata berbuntut panjang. Polisi menangkap 6 orang yang diduga bakal memantik kerusuhan ketika demonstrasi berjalan.

Keenam orang itu adalah AT (27), SPA (19), AL (21), MBA (21), GP (21), dan RR (21). Mereka diproses lebih lanjut setelah polisi mengamankan total 29 orang.

"Saya sangat menyayangkan sekali bahwa dari 29 ini ada enam ya, ada enam adik-adik kita ini yang kita proses lanjut kepada proses penyidikan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan, Jumat (19/6/2026).

AT merupakan seorang pengangguran, sedangkan SPA merupakan fotograper jalanan. Keduanya kedapatan membawa botol kosong yang diduga hendak digunakan sebagai bahan pembuatan bom molotov.

"Saudara SPA ini pekerjaannya sebagai fotografer di jalanan ya. Ini juga membawa botol yang isinya tadi itu digunakan untuk sebagai bom molotov," ujar dia.

Selanjutnya, AL merupakan pengendara ojek online. Dia didapati membawa botol oli yang di dalamnya terdapat styrofoam.

Kemudian MBA, GP, dan RR merupakan mahasiswa. Ketiganya didapati membawa botol berisi bahan bakar jenis Pertalite hingga tabung gas dililit petasan yang diduga hendak diledakkan.

"Jadi ini ada tabung gas, kemudian ada beberapa petasan yang dililit di dalam tabung gas itu. Ada tiga ya, ada tiga petasan yang cukup besar ya dililitkan di situ dan ini kita amankan juga, dan satu buah korek api," ucap dia.

Hendra menyayangkan adanya sejumlah orang yang diduga berniat memantik kericuhan. Kini, enam orang tersebut masih berstatus sebagai terperiksa dan akan segera ditetapkan sebagai tersangka.

"Silakan lakukan demonstrasi yang lebih manusiawi lagi, yang tidak mengganggu orang lain, dan juga mencelakakan," kata dia.

"Kita akan proses kepada penetapan tersangka," tambahnya.

Bawa Peledak Rakitan

Dari hasil pemeriksaan, salah seorang yang ditangkap yakni GP yang berstatus sebagai mahasiswa, membawa barang yang diduga bakal dia gunakan untuk melakukan kerusuhan. Dia membawa peledak rakitan berupa tabung gas yang dililit tiga buah petasan berukuran besar.

"Jadi ini ada tabung gas, kemudian ada beberapa petasan yang dililit di dalam tabung gas itu. Ada tiga ya, ada tiga petasan yang cukup besar ya dililitkan di situ (tabung gas) dan ini kita amankan juga, dan satu buah korek api," ucapnya.

Kini, GP masih menjalani pemeriksaan oleh polisi dan berstatus sebagai terperiksa. GP disebut akan segera ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu dekat ini. Namun, belum dijelaskan pasal yang akan dikenakan terhadap GP.

"Perilaku mereka ini apabila menggunakan peralatan-peralatan yang sangat membuat nantinya kekacauan ya, bisa menimbulkan korban jiwa baik dirinya maupun orang lain," pungkasnya.

Listrik Mati, Salat Jumat di Tasik Senyap

Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (19/6/2026). Gangguan pasokan listrik yang berlangsung selama beberapa jam itu tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada pelaksanaan ibadah salat Jumat hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Informasi terkait pemadaman beredar melalui sejumlah grup WhatsApp warga. Dalam pesan yang mengatasnamakan PLN ULP Tasikmalaya Kota, disebutkan pemadaman dilakukan akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.

"PLN terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis pesan tersebut.

Di lapangan, pemadaman dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Bungursari, Tamansari, dan Mangkubumi. Kondisi tersebut langsung dirasakan warga yang aktivitasnya bergantung pada pasokan listrik.

Aris, warga Kecamatan Bungursari, mengaku pekerjaannya sempat terhambat akibat listrik yang mendadak padam.

"Saya lagi bikin pemberkasan pekerjaan malah mati listrik. Bagaimana PLN ini," kata Aris kepada detikJabar.

Keluhan serupa disampaikan Ujang, warga Kecamatan Tamansari. Menurutnya, pemadaman listrik berdampak pada pasokan air bersih di rumahnya karena pompa air tidak dapat beroperasi.

"Kebagian juga padam listrik, mana air gak ada. Kan mati airnya," kata Ujang.

Tak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga dan pekerjaan, pemadaman listrik juga berdampak pada pelaksanaan salat Jumat. Sejumlah masjid di Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, terpaksa tidak menggunakan pengeras suara saat azan karena tidak adanya pasokan listrik.

"Sudah masuk waktu jumatan, maaf adzan tidak pakai speaker karena listrik padam," ucap Ketua DKM Almarhamah Perumahan Baitul Marhamah Sambongjaya, Dadan Ali Sundana kepada detikJabar.

Sementara itu, pengurus Masjid Baladil Amin memilih menggunakan genset agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan normal.

"Pakai jenset saja. Listrik padam dari jam setengah sembilanan tadi," ucap Uun, salah seorang jemaah.

Di sisi lain, pemadaman yang berlangsung hampir empat jam juga membuat warga khawatir terhadap bahan makanan yang disimpan di dalam lemari pendingin.

Weni Herliawati, seorang ibu rumah tangga, mengaku cemas makanan yang disimpan di kulkas menjadi rusak akibat listrik yang tak kunjung menyala.

"Duh saya takut basi aja makanan di kulkas pemadamanya lama," katanya.

Warga berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi dan pelayanan kelistrikan dapat ditingkatkan. Mereka menilai sebagai pelanggan yang rutin membayar tagihan listrik, masyarakat berhak mendapatkan layanan yang andal dan minim gangguan.

Pengedar Narkoba Nyamar Jadi Tukang Tahu Bulat

Petugas kepolisian meringkus seorang pedagang tahu bulat di Garut. Bukan sembarang tukang tahu bulat, pria tersebut ternyata merupakan pengedar narkoba yang menyamar.

Pria berinisial RMA tersebut diamankan personel Sat Narkoba Polres Garut hari Selasa, (16/6) lalu di kawasan Desa Jayaraga, Tarogong Kidul, Garut.

"Kami mengamankan yang bersangkutan saat sedang berjualan tahu bulat di Jalan Subyadinata," ungkap Kasat Reserse Narkoba Polres Garut AKP Usep Sudirman, Jumat (19/6/2026).

Penangkapan lelaki berumur 25 tahun ini, bukan tanpa alasan kata Usep. Sebelumnya, polisi telah mengantongi informasi yang menyebut adanya eksistensi pengedar narkoba berkedok gerobak tahu bulat di kawasan tersebut.

Setelah serangkaian penyelidikan dilakukan, polisi akhirnya meringkus RMA tanpa perlawanan di TKP.

Dari hasil penggeledahan, didapati sebanyak 23 paket tembakau sintetis siap edar di dalam gerobak tahu bulat milik RMA.

"Berat netto sekitar 11,74 gram," katanya.

Kepada penyidik, RMA mengaku membeli paket tembakau sintetis itu dari seseorang yang kini identitasnya sudah dikantongi oleh polisi.

Dia kemudian mengemas tembakau sintetis itu dengan ukuran kecil, dan diedarkan ke pembeli dengan kamuflase sebagai tukang tahu bulat.

"Dari hasil interogasi, pelaku mengaku telah sekitar 10 kali menerima pasokan dari pemasok yang sama," ujar Usep.

Selain mengedarkan tembakau sintetis untuk keuntungan pribadi, pelaku juga diketahui mengkonsumsi sebagian barang haram tersebut.

"Kami sangkakan Pasal 114 Ayat 2 dan atau Pasal 609 Ayat 2 Huruf A UU Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkas Usep.

Halaman 2 dari 2
(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads