Kecelakaan maut melibatkan Kereta Api (KA) Pangrango dan sebuah truk boks terjadi di perlintasan kereta api wilayah Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/6/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua orang lainnya mengalami luka berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut tepatnya terjadi di perlintasan sebidang resmi tidak terjaga JPL 36 KM 43+200/300, petak jalan Cisaat-Cibadak saat azan Asar berkumandang. Kecelakaan bermula ketika KA Pangrango sedang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.
Pada saat bersamaan, sebuah truk boks bernomor polisi F 8364 TE milik PT Porto Food Indonesia melintas dari arah Nagrak menuju Karangtengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerasnya benturan membuat truk boks tersebut tersambar hingga terpelanting hebat ke area sekitar rel. Nahas, truk boks yang terpental kemudian menghantam seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas serta seorang warga bernama Iki yang tengah membuang sampah di sekitar lokasi.
"Kereta dari arah Sukabumi ke Bogor itu waktu kejadian pas adzan Ashar, saya hanya dengar klakson kereta sekali, langsung bunyi tubrukan. Pas nabrak bunyi kaya besi nabrak besi aja," ujar Udin (46), warga setempat yang rumahnya berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.
Akibat pentalan truk tersebut, sang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat. Jasad korban sempat terjepit di bawah bodi kendaraan sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan petugas.
"Terus satu (korban) lagi di bawah yang kegusur mobil meninggal, bawa motor," ungkapnya.
Sementara itu, sopir truk boks yang mengalami pendarahan hebat di bagian hidung dan mulut, serta Iki (petugas kebersihan lingkungan sukarela yang sedang membuang sampah) mengalami luka berat (kritis). Kedua korban luka langsung dilarikan ke RS Sekarwangi menggunakan taksi online untuk mendapatkan penanganan medis.
Udin mengungkapkan bahwa perlintasan kereta api di lokasi tersebut sebenarnya memiliki palang pintu, namun sudah lama tidak berfungsi dan hanya dijaga secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
"Palang pintu ada tapi secara fungsi dia nggak hidup, nggak berfungsi, sampai sekarang masih dijaga manual sama orang. Itu warga aja yang jaga sukarela," beber Udin.
Hingga sore hari, warga tampak berkerumun di sekitar lokasi menyaksikan proses evakuasi. Bangkai truk boks yang ringsek dan sepeda motor korban meninggal dunia masih berada di tempat kejadian. Sejumlah petugas kepolisian bersama petugas PT KAI juga sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
(yum/yum)
