Viral Mobil Terjebak di Perlintasan KA Laswi, KAI Jelaskan Penyebabnya

Viral Mobil Terjebak di Perlintasan KA Laswi, KAI Jelaskan Penyebabnya

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 22 Jun 2026 14:30 WIB
Penampakan perlintasan KA Laswi yang sedang diperbaiki PT KAI.
Penampakan perlintasan KA Laswi yang sedang diperbaiki PT KAI. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Video mobil yang mengalami slip dan sempat terjebak saat melintasi perlintasan kereta api (KA) Laswi, Kota Bandung, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat ban depan kendaraan ambles akibat permukaan perlintasan yang dipenuhi material kerikil.

Beruntung, mobil tersebut akhirnya berhasil keluar setelah beberapa saat berada di lokasi. Kejadian ini kemudian mendapat perhatian dari warga sekitar yang menilai kondisi perlintasan berpotensi membahayakan pengendara.

Manager Humas Daop II Bandung Kuswardojo menjelaskan bahwa material kerikil di sekitar perlintasan bukan karena terbengkalai, melainkan bagian dari pekerjaan perbaikan struktur jalur KA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait video di atas (viral), saat ini kami sedang melakukan pekerjaan perbaikan geometri di Jalan Laswi. Pekerjaan tersebut harus dilakukan untuk menjamin posisi rel kereta api tetap dalam posisi seharusnya demi keselamatan perjalanan kereta api," ujar Kuswardojo dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, proses perbaikan meliputi penyesuaian elevasi permukaan jalan rel, kelandaian radius lengkung, lebar jalur rel, hingga penyempurnaan konstruksi di sekitar area perlintasan.

Menurut Kuswardojo, pekerjaan di Jalan Laswi berlangsung selama 10 hari. Tahapan awal dilakukan pada 20-26 Juni dengan pembongkaran rel, pengangkatan bantalan, batu balas, serta pengisian batu balas baru.

Setelah itu, proses pemadatan dilakukan pada 27-29 Juni sebelum pengaspalan kembali yang direncanakan selesai pada 30 Juni. Pengerjaan dilakukan secara bertahap di sisi kanan dan kiri jalur.

Kuswardojo juga menjelaskan alasan area tersebut belum langsung diaspal setelah pengerjaan. Pemadatan diperlukan terlebih dahulu agar posisi rel tetap stabil dan tidak mengalami pergeseran.

"Pekerjaan perbaikan geometri telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh KAI," tambahnya.

Warga Minta Ada Petugas yang Berjaga

Sementara itu, warga sekitar bernama Sandi (30) mengaku khawatir dengan kondisi perlintasan tersebut. Ia menilai material kerikil yang berserakan dapat membahayakan pengguna jalan.

"Membahayakan sekali, harus cepat-cepat diaspal," kata Sandi.

Ia berharap selama proses pengerjaan berlangsung ada petugas yang mengawasi agar kendaraan tidak mengalami kejadian serupa.

"Harus ditungguin sama yang kerjanya. Terus batu kerikilnya jangan dibiarkan berserakan, kalau dilindas motor itu licin," pungkasnya.




(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads