Heboh Grup Gay Sumedang di Media Sosial, Bupati Dony Bereaksi

Heboh Grup Gay Sumedang di Media Sosial, Bupati Dony Bereaksi

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 16:05 WIB
Ilustrasi media sosial
Ilustrasi media sosial (Foto: Getty Images/iStockphoto/12963734).
Sumedang -

Jagat media sosial dihebohkan dengan munculnya beberapa grup Facebook yang diduga berisi kelompok penyuka sesama jenis. Keberadaan grup tersebut kini menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial.

Dilihat detikJabar, Selasa (23/6/2026), beberapa grup Facebook tersebut masing-masing memiliki nama yang berbeda, di antaranya 'GAY SUMEDANG, WADO, CIMUNGKAL, LEMAH SUGIH, DAN SEKITARNYA', serta satu grup bernamakan 'gay bandung sumedang'.

Grup Facebook 'GAY SUMEDANG, WADO, CIMUNGKAL, LEMAH SUGIH, DAN SEKITARNYA' tercatat memiliki 1.542 anggota. Sementara itu, grup 'gay bandung sumedang' memiliki anggota yang lebih banyak, yakni mencapai 3.082 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam grup tersebut, terlihat beberapa akun secara terbuka menawarkan diri dan memberitahukan lokasi untuk bertemu sesama anggota grup.

Merespons keberadaan grup Facebook tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku prihatin. Ia menegaskan akan mengecam keras jika benar grup tersebut beraktivitas di wilayah Kabupaten Sumedang.

ADVERTISEMENT

"Terkait media sosial, ramai soal Facebook dan isu LGBT, kami sangat prihatin dan mengecam keras. Hal-hal seperti itu tidak mendidik dan tidak baik bagi masa depan anak-anak," ujar Dony.

Dony mengatakan, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu kebenaran kabar tersebut. Jika terbukti, ia akan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait dan mengecam keras segala bentuk penyimpangan tersebut.

"Ini fenomena yang harus kita atasi bersama. Pemerintah juga akan menindaklanjuti dan mengecek informasi yang beredar, termasuk koordinasi dengan cyber dan Diskominfo. Jika benar, tentu akan kami kecam, tetapi tetap harus diverifikasi terlebih dahulu," katanya.

Menanggapi kabar itu, Dony mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumedang, agar ikut berpartisipasi dalam menekan kegiatan-kegiatan yang dinilai menyimpang.

"Kita perlu memperkuat akhlak masyarakat, iman, dan takwa yang dimulai dari keluarga sebagai pondasi utama. Pengawasan juga harus diperketat dengan melibatkan kepolisian, dinas terkait, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media," ungkapnya.

"Jangan sampai hal tersebut menyebar luas. Pendidikan moral dan keagamaan harus terus ditingkatkan. Fondasi utama adalah keluarga. Jika keluarga kuat, maka anak-anak akan baik dan negara akan kuat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video 'Karpet Merah' Sumedang untuk Investor: Mudah-Dapat Insentif"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads