Inggris bersiap menghadapi gelombang panas ekstrem yang berpotensi memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni. Dampaknya mulai terasa di berbagai sektor, mulai dari penutupan ratusan sekolah hingga pembatasan layanan transportasi kereta api.
Dikutip dari AFP, Rabu (24/6/2026), Kantor Meteorologi Inggris mengeluarkan peringatan panas ekstrem berstatus merah untuk Rabu (24/6) dan Kamis (25/6). Peringatan tersebut sangat jarang diterbitkan dan baru kedua kalinya dikeluarkan karena suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius, angka yang belum pernah terjadi pada periode ini.
Wilayah yang terdampak meliputi sebagian besar Inggris bagian tengah dan selatan, termasuk London dan Birmingham, dua kota terbesar di negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Meteorologi juga memperkirakan rekor suhu tertinggi pada Juni, yakni 35,6 derajat Celsius yang tercatat pada 1976, berpeluang terlampaui. Suhu di Inggris selatan diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius pada Selasa (23/6).
"Melihat suhu seperti ini di Inggris pada bulan Juni sangat mengkhawatirkan," kata kepala ilmuwan kantor meteorologi, Stephen Belcher.
"Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah membuat peristiwa seperti ini lebih mungkin terjadi dan lebih intens," tambahnya, menggemakan peringatan yang dikeluarkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia.
Para ahli iklim sebelumnya juga berulang kali mengingatkan pemerintah bahwa Inggris belum siap menghadapi musim panas dengan suhu yang semakin tinggi.
Menurut perhitungan BBC, sedikitnya 300 sekolah berencana menutup sebagian atau seluruh kegiatan belajar pada Selasa (23/6) dan dalam beberapa hari berikutnya sebagai langkah mengantisipasi cuaca ekstrem.
"Hampir setiap sekolah di seluruh Inggris harus melakukan beberapa bentuk adaptasi minggu ini mengingat panas ekstrem," kata James Bowen, asisten sekretaris jenderal di Asosiasi Kepala Sekolah Nasional, kepada AFP.
Bowen menilai sudah saatnya pemerintah membahas penggunaan pendingin udara di sekolah. "Perlu ada 'percakapan yang masuk akal tentang pendingin udara',"
Ia juga menyoroti kondisi banyak bangunan sekolah yang sudah berusia tua dan tidak dirancang menghadapi suhu tinggi.
"Kita memiliki banyak sekali bangunan yang sangat tua," kata Bowen.
"Bangunan-bangunan tersebut tidak benar-benar sesuai dengan tujuan dan tentu saja tidak siap untuk menahan panas seperti ini," ucao dia menambahkan.
Di sebuah sekolah dasar di kawasan barat laut London yang memutuskan menutup kegiatan lebih awal, suhu pada Selasa (23/6) tercatat melampaui 30 derajat Celsius.
Pihak sekolah menyampaikan kepada orang tua murid bahwa mereka tetap khawatir tentang kesejahteraan murid dan staf, terutama pada siang hari ketika suhu diperkirakan akan mencapai puncaknya.
Dampak gelombang panas juga dirasakan sektor transportasi. Network Rail, pengelola sebagian besar jaringan rel di Inggris, mengimbau masyarakat agar hanya melakukan perjalanan jika benar-benar diperlukan selama periode cuaca ekstrem tersebut.
Sementara itu, perusahaan kereta api yang melayani rute wilayah timur laut menuju London mengeluarkan imbauan kepada penumpang untuk tidak melakukan perjalanan.
Eurostar juga membatalkan enam perjalanan kereta rute London-Paris pada pekan ini akibat "cuaca buruk".
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.
(rfs/sud)
