Lelaki Misterius di Balik Kematian Wanita di Kamar 210 Sukabumi

Round Up

Lelaki Misterius di Balik Kematian Wanita di Kamar 210 Sukabumi

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 08:30 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Rich Legg)
Sukabumi -

Kematian seorang wanita asal Bogor di Hotel Rejeki, Jalan Stasiun Timur, Kota Sukabumi, masih menyisakan tanda tanya. Meski terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya, kasus tersebut masih didalami untuk mencari dugaan pembunuhan yang menimpanya.

Semuanya bermula saat jasad wanita itu ditemukan pada Selasa (23/6/2026) oleh petugas hotel. Saat pemeriksaan awal dilakukan, tidak ada identitas kependudukan maupun telepon yang ditemukan di lokasi kejadian.

Setelah kasus ini dilaporkan, Tim Inafis langsung dikerahkan ke kamar 210 hotel tersebut. Hanya ditemukan sebuah tas milik korban, sementara ponselnya raib entah ke mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kemudian, penyelidikan kasus itu perlahan mulai menemui titik terang. Satu petunjuk kuat mengungkap bahwa korban diketahui datang dan menginap bersama seorang pria misterius.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan keterangan saksi diperoleh bahan keterangan bahwa almarhumah datang dengan seorang laki-laki ke Hotel Sinar Rejeki pada hari Senin, tanggal 22 Juni 2026, sekira jam 19.00 WIB," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli di lokasi kepada detikJabar, Rabu (24/6/2026).

Keberadaan pria tersebut sempat terpantau pada Selasa (23/6/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Salah satu karyawan hotel melihat pintu kamar nomor 210 terbuka dan mendapati pria itu sedang beraktivitas di dalam, namun menjelang siang dia sudah tidak terlihat lagi di area hotel.

"Sutikno melihat pria yang datang bersama korban sedang duduk di dekat kamar mandi sambil menggunakan telepon genggamnya," kata Ade.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin SH untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah berupaya melacak identitas korban dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.

Lalu, identitas korban pun akhirnya bisa ditemukan. Polisi memastikan korban merupakan warga Bogor, Jawa Barat, dengan kondisi tubuh menunjukkan adanya bekas kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan penyebab kematian korban. Dugaan adanya unsur pembunuhan dalam kasus ini pun terus didalami.

"Masih proses penyelidikan dan pendalaman. Pada tubuh korban tidak ditemukan tato apapun dan masih menunggu hasil autopsi," ucap Hartono kepada detikJabar.

Kapolsek Cikole, Kompol Ma'ruf Murdianto, menjelaskan bahwa identitas korban sempat tidak diketahui saat pertama kali ditemukan. Namun, melalui penelusuran data kartu identitas, asal-usul wanita tersebut akhirnya teridentifikasi berinisial R (53) warga Bogor.

Bukan hanya itu saja. Polisi juga sedang mendalami dugaan pembunuhan yang dialami korban. Polisi memfokuskan pencarian bukti kekerasan serta pengejaran terhadap pelaku yang terlibat.

"Kalau pembunuhan, mungkin korban kekerasan ya yang mengakibatkan meninggalnya. (Upaya mengejar pelaku) Ada, nanti kita ini kan," tegasnya.

Sejauh ini, penyidik baru meminta keterangan dari dua orang saksi. Meski demikian, jumlah saksi kemungkinan besar akan bertambah seiring dengan perkembangan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Sampai saat ini baru dua (saksi). Bisa nambah, nanti kita melihat situasi pada berkembangnya penyelidikan," lanjut Ma'ruf.

Temuan lain dari hasil autopsi mengungkap bahwa di tubuh korban menunjukkan adanya bekas kekerasan tumpul di area leher. Temuan ini pun diduga kuat menjadi penyebab fatal kematiannya.

Dokter Forensik RSUD Syamsudin SH, Nurul Aida Fathiya mengungkapkan bahwa jenazah korban pertama kali diterima pihak rumah sakit pada sore hari sebelumnya, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter jaga, kondisi tubuh korban sudah menunjukkan tanda pasti kematian seperti kaku dan lebam mayat.

"Kemudian memang ditemukan ada beberapa luka lecet di wajah. Jadi tidak ada yang mencurigakan ke arah yang lain. Akan tetapi, kemudian dari penyidik itu ada kecurigaan, bukan hanya terkait penyebab kematian akibat sakit, sehingga meminta untuk dilakukan otopsi," ujar dr. Aida kepada detikJabar di RSUD Syamsudin, Kota Sukabumi.

Proses autopsi kemudian dilaksanakan pada pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB. Aida menjelaskan, meski dari luar tidak ditemukan adanya luka luar yang signifikan selain di wajah, tanda kekerasan fatal justru terungkap saat tim medis membuka rongga tubuh korban.

"Tapi pada saat dilakukan pembukaan rongga tubuh, ditemukan adanya banyak resapan darah pada daerah leher. Kemudian ditemukan juga adanya patah tulang rawan gondok. Sehingga itu menjadi bukti adanya kekerasan tumpul pada daerah leher," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan kondisi kaku dan lebam mayat saat pertama kali diperiksa oleh dokter umum, waktu kematian korban diperkirakan berada dalam rentang sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan pertama dilakukan.

Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya tindakan pencekikan atau tekanan kuat dari luar oleh seseorang, Aida menegaskan bahwa kekerasan tumpul pada area vital seperti leher memang sangat mematikan.

"Kekerasan tumpul di leher sudah pasti bisa menimbulkan kematian ya. Ya kekerasan tumpul mau apapun, mau dengan benda, atau misalnya bisa juga dengan tangan seseorang, itu bisa saja. Mungkin itu nanti didalaminya sama dari tim penyidik," pungkasnya.




(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads