Tim SAR gabungan temukan pelajar inisial ANK (15) yang sempat dikabarkan tersesat di kawasan Lembah Tengkorak, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026) kemarin. Proses pencarian pelajar tersebut berlansung selama dua hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pelajar tersebut ditemukan selamat di wilayah Desa Sukasari, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Rabu (24/6/2026).
"Setelah dua hari pencarian, korban berhasil ditemukan selamat terlebih dahulu oleh seorang warga bernama Hanli yang sedang berkebun di wilayah Subang. Terus kami langsung evakuasi," ujar Ade, dalam keterangan yang diterima detikJabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade mengungkapkan, korban ditemukan di area perkebunan yang berjarak empat kilometer dari titik awal lokasi pelajar tersebut. Proses pencarian melibatkan 74 personel gabungan dari berbagai unsur SAR.
"Korban langsung diantarkan ke Posko SAR Gabungan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis," katanya.
Pelajar tersebut berasal dari Kecamatan Cibiru, Kota Bandung dan berangkat dari rumah menuju ke Lembah Tengkorak untuk melakukan survei jalur pada Selasa (23/6/2026) kemarin pukul 07.30 WIB.
"Korban kemudian melakukan registrasi di base camp pendakian pada pukul 08.30 WIB seorang diri atau solo hiking," jelasnya.
Setelah itu terdapat beberapa saksi yang melihat berpapasan dengan pelajar tersebut di jalur pendakian. Bahkan, ANK dilaporkan terlihat di Lembah Tengkorak sekitar jam 12.00 WIB.
"Pada pukul 15.00 WIB, rombongan pendaki lain yang masuk ke kawasan tersebut pada waktu yang hampir bersamaan telah kembali ke basecamp, namun korban tidak kunjung turun," ucapnya.
Tim ranger setempat kemudian melakukan pengecekan ke lokasi, tetapi korban belum berhasil ditemukan pada hari pertama. Kemudian setelah itu operasi SAR kembali dilanjutkan pada esok hari.
"Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke sejumlah sektor yang meliputi jalur menuju Legok Jero, Kebon Kopi Lama, hingga kawasan Puncak Gunung Sangara," bebernya.
"Metode pencarian yang digunakan adalah pencarian tipe I dengan mempertimbangkan luasnya area pencarian dan keterbatasan jumlah personel yang tersedia. Selain penyisiran darat, pencarian juga diperkuat dengan penggunaan satu unit UAV Drone Thermal guna membantu pemantauan dan deteksi dari udara," tambahnya.
Ade mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian agar selalu memperhatikan faktor keselamatan. Kata dia, pendaki juga bisa mempersiapkan perlengkapan yang memadai, serta memastikan rencana perjalanan diketahui oleh keluarga maupun pengelola jalur pendakian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian agar selalu memperhatikan aspek keselamatan, tidak melakukan pendakian seorang diri," pungkasnya.
(yum/yum)
