Insiden mengejutkan mewarnai momen kelulusan di SDN Cicinde Utara II, Desa Cicinde, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Atap salah satu ruang kelas di sekolah tersebut tiba-tiba ambruk pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Saat kejadian, seluruh siswa, guru, hingga tamu undangan tengah berkumpul di aula untuk mengikuti rangkaian acara perpisahan. Alhasil, ruang kelas yang ambruk tersebut dalam kondisi kosong melompong.
Kepala SDN Cicinde Utara II, Heri mengungkapkan bahwa, ruangan yang rusak itu memang sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Pihak sekolah sengaja mengosongkannya demi keamanan karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ruangan itu memang sudah lama dikosongkan karena kondisi struktur bangunannya sudah lapuk, bagian kayu penyangga atap juga sudah tua, sudah lapuk dan mengkhawatirkan," ujar Heri saat dihubungi detikJabar, Kamis (25/6/2026).
Heri menceritakan, ambruknya atap terjadi secara mendadak di tengah kemeriahan acara kelulusan yang sederhana spontan memicu keriuhan.
Suara dentuman keras dari reruntuhan bangunan sempat memicu kepanikan warga sekolah dan tamu yang hadir saat acara berlangsung, "Awalnya banyak yang mengira suara itu bunyi petasan karena acara kelulusan sedang berlangsung. Padahal bukan, itu atap salah satu ruang kelas kami yang roboh seketika," kata dia.
Menurut Heri, kondisi bangunan yang memprihatinkan itu sebenarnya sudah dilaporkan ke instansi terkait sejak tahun 2019 silam. Pihak sekolah berharap ada langkah perbaikan cepat sebelum kerusakan semakin parah, namun takdir berkata lain.
"Kami sudah melaporkan kerusakan struktur bangunan ini kepada pihak terkait itu kalau tidak salah tahun 2019. Namun sampai saat ini juga belum ada tindaklanjut, dan ambruk sebelum dilakukan perbaikan," ungkapnya.
Setelah kejadian, area di sekitar lokasi langsung disterilkan guna mencegah warga mendekat, siswa yang tengah menjalani acara kelulusan dipercepat. Meski sempat kaget, Heri memastikan agenda kelulusan tetap berjalan kondusif hingga tuntas.
"Tidak ada korban dalam insiden tersebut, acara berlangsung kondusif meski sempat kaget. Kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa ini masih dalam pendataan kami dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang," imbuhnya.
Ambruknya atap sekolah ini kembali memicu sorotan tajam terkait urgensi rehabilitasi bangunan sekolah tua. Heri mengaku terus menerima aspirasi dari para orang tua siswa yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.
"Saya tentu dapat desakan dari wali murid, kami tentu berharap pemerintah dapat mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menjalani proses belajar mengajar," pungkasnya.
(yum/yum)
