Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (25/6/2026). Mulai dari pemain Bosnia-Herzegovina, Ajdan Mujagic dirumorkan masuk radar Persib Bandung hingga suara YTR usai Taufik Hidayat ditangkap.
Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Kecelakaan Motor Vs Mobil di Bandung, Satu Tewas
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan terjadi di Jalan PH Hasan Mustofa, Kota Bandung. Dalam kejadian ini, seorang pengendara motor dilaporkan tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, insiden kecelakaan ini terjadi di depan Kantor PLN Bandung Timur, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Dua kendaraan yang terlibat yakni sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi D-3488-GY yang dikendarai FRP (28), warga Antapani, Kota Bandung dan minibus Avanza dengan nomor polisi B-2327-PIC yang dikendarai EH, warga Gedebage, Kota Bandung.
"Korban meninggal dunia satu orang, atas nama FRP, sudah dibawa ke RSHS Bandung," kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana via pesan singkat.
Berdasarkan kronologi kejadian, pengendara motor bertabrakan dengan mobil yang tengah melintas di jalan tersebut. "Sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah barat ke timur, setiba di TKP menabrak minibus yang melaju dari arah timur ke barat yang sedang bebelok ke arah utara," tuturnya.
Fiekry menyebutkan, penyebab kecelakaan lalu lintas ini diduga akibat pengendara sepeda motor tidak konsentrasi dalam berkendara. "Pengendara motor tidak konsentrasi sehingga menabrak minibus," ujarnya.
Selain itu, sepeda motor korban diketahui tidak sesuai standar dan sudah dimodifikasi. "Kendaraan sepeda motor tidak dilengkapi lampu depan, knalpot brong, dan mesin sudah direstotasi," tambahnya.
Ajdan Mujagic Masuk Radar Persib
Persib Bandung terus dikaitkan dengan sejumlah nama baru jelang bergulirnya musim 2026/2027. Setelah muncul rumor Jese Rodriguez dan Mike van der Hoorn, kini satu nama lain ikut mencuat, yakni penyerang asal Bosnia dan Herzegovina, Ajdin Mujagic.
Nama Mujagic mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon penyerang anyar Maung Bandung. Kehadirannya disebut-sebut menjadi bagian dari upaya Persib memperkuat kedalaman skuad dalam menghadapi padatnya jadwal musim depan.
Seperti diketahui, Persib akan bertarung di empat kompetisi sekaligus, yakni Super League, Piala Presiden, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship. Situasi itu membuat kebutuhan akan pemain berkualitas di setiap lini, termasuk sektor penyerang, menjadi sangat penting.
Mujagic bukan nama sembarangan. Penyerang berusia 28 tahun itu saat ini berstatus pemain Johor Darul Ta'zim (JDT), klub raksasa Malaysia yang dalam beberapa musim terakhir mendominasi kompetisi domestik.
Berdasarkan data Transfermarkt, pemain kelahiran 3 Januari 1998 tersebut memiliki postur ideal sebagai target man dengan tinggi mencapai 1,89 meter. Kaki kanannya menjadi andalan, sementara posisi utamanya adalah penyerang tengah.
Karier Mujagic lebih banyak ditempa di Eropa sebelum akhirnya merantau ke Asia Tenggara. Ia pernah memperkuat sejumlah klub di Bosnia dan Herzegovina, kemudian melanjutkan karier di Liga Swiss dan Liga Kroasia sebelum bergabung dengan Sabah FC di Malaysia pada musim 2025/2026.
Penampilannya bersama Sabah dengan torehan 18 gol dari 22 laga membuat JDT kepincut. Klub berjuluk Southern Tigers itu kemudian merekrutnya pada bursa transfer paruh musim.
Bersama JDT di Malaysia Super League, Mujagic mampu mencetak 7 gol dan 4 assist dari 11 penampilan. Catatan tersebut menunjukkan kualitas Mujagic sebagai penyerang yang cukup tajam di kotak penalti.
Transfermarkt saat ini menaksir nilai pasar Mujagic berada di kisaran Rp6,9 miliar. Kontraknya bersama JDT sendiri tercatat berlaku hingga 31 Mei 2026, sehingga statusnya menjadi salah satu hal yang menarik untuk terus dipantau pada bursa transfer kali ini.
Legislator Usul Hukum Kebiri Taufik Hidayat
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan agar aparat penegak hukum memberikan sanksi maksimal berupa hukum kebiri kepada Taufik Hidayat (30), tersangka penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun terhadap perempuan berinisial YTR (29).
"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Jabar yang bergerak cepat menangkap pelaku. Penangkapan ini harus dilanjutkan dengan proses hukum yang tegas tanpa kompromi. Kejahatan ini bukan sekadar penganiayaan biasa, ini adalah tindakan yang merampas kebebasan dan menghancurkan martabat korban secara berulang dalam kurun waktu yang panjang. Pelaku layak mendapat hukuman kebiri," ujar Abdullah dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Abdullah menilai hukuman tersebut layak dipertimbangkan mengingat pelaku diduga memiliki riwayat kekerasan berulang. Terlebih, mantan istri pelaku juga pernah menjadi korban kekerasan.
"Fakta bahwa pelaku diduga pernah melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya menunjukkan pola perilaku yang berbahaya. Hukuman kebiri tidak saja sebagai bentuk penghukuman, tetapi juga upaya melindungi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dari potensi ancaman pelaku di masa mendatang," lanjutnya.
Selain itu, Abdullah meminta kepolisian membuka posko pengaduan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memfasilitasi jika ada korban lain yang ingin melapor.
"Langkah ini penting untuk menelusuri bagaimana pola kekerasan pelaku secara menyeluruh. Jika memang ada korban lain yang selama ini belum berani bersuara, negara harus hadir memberikan perlindungan penuh, baik secara hukum maupun pendampingan psikologis," pungkas Abdullah.
Atap SDN Cicinde Roboh Saat Perpisahan
Insiden mengejutkan mewarnai momen kelulusan di SDN Cicinde Utara II, Desa Cicinde, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Atap salah satu ruang kelas di sekolah tersebut tiba-tiba ambruk pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Saat kejadian, seluruh siswa, guru, hingga tamu undangan tengah berkumpul di aula untuk mengikuti rangkaian acara perpisahan. Alhasil, ruang kelas yang ambruk tersebut dalam kondisi kosong melompong.
Kepala SDN Cicinde Utara II, Heri mengungkapkan bahwa, ruangan yang rusak itu memang sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Pihak sekolah sengaja mengosongkannya demi keamanan karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.
"Ruangan itu memang sudah lama dikosongkan karena kondisi struktur bangunannya sudah lapuk, bagian kayu penyangga atap juga sudah tua, sudah lapuk dan mengkhawatirkan," ujar Heri saat dihubungi detikJabar, Kamis (25/6/2026).
Heri menceritakan, ambruknya atap terjadi secara mendadak di tengah kemeriahan acara kelulusan yang sederhana spontan memicu keriuhan.
Suara dentuman keras dari reruntuhan bangunan sempat memicu kepanikan warga sekolah dan tamu yang hadir saat acara berlangsung, "Awalnya banyak yang mengira suara itu bunyi petasan karena acara kelulusan sedang berlangsung. Padahal bukan, itu atap salah satu ruang kelas kami yang roboh seketika," kata dia.
Menurut Heri, kondisi bangunan yang memprihatinkan itu sebenarnya sudah dilaporkan ke instansi terkait sejak tahun 2019 silam. Pihak sekolah berharap ada langkah perbaikan cepat sebelum kerusakan semakin parah, namun takdir berkata lain.
"Kami sudah melaporkan kerusakan struktur bangunan ini kepada pihak terkait itu kalau tidak salah tahun 2019. Namun sampai saat ini juga belum ada tindaklanjut, dan ambruk sebelum dilakukan perbaikan," ungkapnya.
Setelah kejadian, area di sekitar lokasi langsung disterilkan guna mencegah warga mendekat, siswa yang tengah menjalani acara kelulusan dipercepat. Meski sempat kaget, Heri memastikan agenda kelulusan tetap berjalan kondusif hingga tuntas.
"Tidak ada korban dalam insiden tersebut, acara berlangsung kondusif meski sempat kaget. Kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa ini masih dalam pendataan kami dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang," imbuhnya.
Ambruknya atap sekolah ini kembali memicu sorotan tajam terkait urgensi rehabilitasi bangunan sekolah tua. Heri mengaku terus menerima aspirasi dari para orang tua siswa yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.
"Saya tentu dapat desakan dari wali murid, kami tentu berharap pemerintah dapat mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menjalani proses belajar mengajar," pungkasnya.
Respons YTR Usai Taufik Ditangkap
Terbaring lemas, badan ditutupi selimut berwarna putih dan ditunggu sang ayah, itulah kondisi YTR (29), korban penganiayaan dan penyekapan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dari video yang beredar, YTR berterimakasih kepada semua pihak, terutama Polda Jabar yang berhasil menangkap pelaku. Video itu dibagikan akun Instagram @erni1.986 yang tak lain adalah bibi dari YTR.
"Alhamdullilah senang sekali, terimakasih Pak Kapolda sudah bantu saya, saya senang lagi, saya lebih tenang karena sudah ditangkap," kata YTR saat ditanya harapan oleh bibinya Erni Heryadi (39).
YTR ingin, jika kekasihnya yang selama ini melakukan penganiayaan terhadapnya bisa diberi hukuman yang berat.
"Saya ingin dia dihukum seberat mungkin, biar dia rasakan apa yang saya rasain," tambah YTR.
Sementara, ayahanda YTR menyebut, dia ingin Taufik Hidayat diberi hukuman setimpal atas perbuatannya.
"Hukum seberat-beratnya, karena kita negara hukum, seumur hidup, karena YTR cacat seumur hidup," ucap ayah YTR, saat ditanya Erni.
Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
