Kasus YTR Jadi Perhatian Prabowo, KSP: Negara Hadir Kawal Korban

Kasus YTR Jadi Perhatian Prabowo, KSP: Negara Hadir Kawal Korban

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB
Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman saat bertemu keluarga YTR di RSHS Bandung
Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman saat bertemu keluarga YTR di RSHS Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Kasus penganiayaan dan penyekapan keji yang dialami YTR (29) mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Hal itu ditegaskan Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman usai menjenguk korban di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis (25/6/2026) malam.

Dudung datang untuk memastikan kondisi korban sekaligus menyampaikan bahwa negara akan mengawal penanganan kasus tersebut, baik dari sisi pemulihan korban maupun proses hukumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malam ini saya hadir di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melihat secara langsung korban YTR. Yang tadi saya langsung melihat, dan saya bertemu dengan keluarganya. Dan tentunya saya sampaikan, negara hadir dan sangat peduli kepada perawatan, bahkan kelanjutannya," kata Dudung.

Dalam kunjungannya, Dudung juga menerima laporan dari Direktur RSHS mengenai pembiayaan pengobatan korban. Menurutnya, kasus penganiayaan terhadap perempuan dan anak belum sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Dudung mengaku langsung menghubungi Direktur BPJS Kesehatan untuk mencari solusi agar korban tetap memperoleh layanan kesehatan secara optimal.

"Tadi juga saya mendapat laporan langsung dari Direktur Hasan Sadikin, bahwa memang untuk penganiayaan kepada perempuan dan anak tidak dicover BPJS. Saya langsung telepon Direktur BPJS. Dan beliau langsung menyambut, dan bahkan sebelumnya juga sudah memonitor tentang masalah ini," ungkapnya.

"Dan BPJS juga akan membantu. Bahkan nanti prosedurnya akan dilaporkan kepada LPSK, dan Kementerian Kesehatan pun akan membantu. Di samping itu, Gubernur Jawa Barat pun dengan sepenuhnya akan membantu," lanjutnya.

Dudung mengatakan, pemerintah sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa YTR. Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.

"Saya hadir di sini beserta Bapak Kasdam, Staf Khusus saya, Deputi, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur SDM, tentunya atas nama negara turut prihatin atas kejadian ini. Dan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Dan masyarakat semakin peduli apabila di lingkungannya ada hal-hal yang mencurigakan agar segera dilaporkan," ujar Dudung.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Barat yang dinilai bergerak cepat menangkap tersangka Taufik Hidayat. Selain itu, Dudung menyampaikan penghargaan kepada tim medis RSHS yang telah menangani korban secara intensif.

"Kemudian, tentunya saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jabar, yang begitu sigap menangkap pelaku. Dan mengucapkan terima kasih juga dan penghargaan kepada tenaga medis, khususnya Rumah Sakit Hasan Sadikin, yang begitu sigap dan cepat melakukan tindakan-tindakan medis," ucap dia.

Dudung menegaskan, pemerintah mendukung agar pelaku diproses dengan hukuman seberat-beratnya. Hal itu juga menjadi harapan keluarga korban yang ditemuinya di RSHS.

"Dan pada kesempatan ini juga saya menyampaikan, dan termasuk dari pihak keluarga, agar diproses hukum seberat-beratnya kepada pelaku. Dan tentunya ini nanti kita akan sampaikan kepada penegak hukum, sehingga proses hukum ini sesuai dengan tuntutan dari pihak keluarga," katanya.

Secara pribadi, Dudung mengaku sangat terpukul setelah melihat langsung kondisi korban. Ia pun memastikan pemerintah akan mengawal penyelesaian perkara tersebut dengan seadil-adilnya.

"Dan saya pun secara pribadi, terus terang kalau melihat kondisinya tadi, ini sudah di luar batas-batas kemanusiaan. Sehingga layak kalau dihukum seberat-beratnya," tuturnya.

"Ya, betul. Seadil-adilnya dan sekeras-kerasnyalah dihukumnya," imbuhnya.

Dudung juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Presiden, kata dia, meminta agar seluruh proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku serta berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Ya pesan dari beliau, ya disesuaikan dengan prosedur hukum yang berlaku. Dan beliau sangat peduli sekali kepada kejadian ini, dan ini berharap untuk tidak terulang."

Presiden juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekitar.

"Dan imbauan kepada masyarakat, kalau melihat ada hal-hal yang mencurigakan, ada hal-hal yang janggal, segera melaporkan kepada aparat yang terkait. Sehingga tidak terjadi di luar pengawasan. Itu saja," tutup Dudung.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Lansia Surabaya Setahun Disekap Pacar Anaknya-Uang Rp 2 M Dikuras "
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads