Kondisi Terkini YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat: Mulai bisa Duduk

Kondisi Terkini YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat: Mulai bisa Duduk

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 26 Jun 2026 10:00 WIB
Taufik Hidayat, tersangka penyekapan dan penganiayaan sadis pacar saat ditangkap polisi (dok.istimewa)
Foto: Taufik Hidayat, tersangka penyekapan dan penganiayaan sadis pacar saat ditangkap polisi (dok.istimewa)
Bandung -

Kondisi YTR (29), korban dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat, terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, korban kini mulai bisa berkomunikasi, makan, hingga duduk sendiri.

YTR sebelumnya menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun di sebuah rumah kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk kerusakan pada mata dan wajah. Kasus ini menyita perhatian nasional dan kini tengah diproses oleh Polda Jawa Barat.

Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung dr Fitra Hergyana mengatakan, kondisi fisik maupun psikis korban terus mengalami perbaikan sejak menjalani perawatan di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

"Untuk lukanya saat ini memang sudah ada perbaikan. Keadaan psikisnya juga sudah membaik. Yang bersangkutan sudah bisa mengobrol, sudah bisa makan, dan juga sudah bisa duduk," kata Fitra, Jumat (26/6/2026).

"Untuk berkomunikasi, kebetulan bicaranya masih sedikit-sedikit ya karena memang masih dalam masa pemulihan. Mungkin itu, terima kasih teman-teman," sambungnya.

Meski demikian, tim medis belum menjadwalkan tindakan operasi. Saat ini, fokus utama dokter adalah memulihkan kondisi umum korban agar berada dalam kondisi terbaik sebelum menjalani tindakan medis lanjutan.

"Nah, sambil menunggu operasinya, yang penting sekarang adalah pemulihannya dulu. Setelah keadaan umumnya stabil, baru kita melaksanakan langkah berikutnya," ujarnya.

Fitra menjelaskan, sejauh ini korban belum menjalani operasi. Penanganan yang telah dilakukan berupa debridement atau pembersihan luka untuk mencegah infeksi sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

"Belum operasi, Bu. Saat ini kemarin dilakukan debridement. Debridement itu adalah pembersihan luka. Selain itu, keadaan umum dan gizinya juga sedang diperbaiki, begitu juga kondisi psikisnya," jelas dia.

Mengenai rencana operasi rekonstruksi, pihak rumah sakit belum dapat memastikan kapan tindakan tersebut dilakukan. Seluruh keputusan akan bergantung pada perkembangan kondisi fisik dan mental korban.

"Kita fokus pada pemulihan keadaan umum dulu. Untuk estimasinya kami belum bisa memastikan berapa lama. Yang pasti keadaan psikisnya dipulihkan dulu, lalu gizinya diperbaiki sampai yang bersangkutan benar-benar sehat," katanya.

Untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, RSHS membentuk tim yang terdiri dari berbagai dokter spesialis. Tim tersebut akan mendampingi proses pemulihan korban secara menyeluruh.

"Atas arahan Pak Dirut RSHS, dokter Rahim, kami membuat tim. Tim tersebut terdiri dari dokter bedah plastik, dokter mata, dokter gizi, dan dokter-dokter lainnya. Jadi penanganannya betul-betul komprehensif," tutup Fitra.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads