Apa yang semula tampak seperti kesalahan kecil ternyata menjadi penyelamat nyawa bagi Jenrry Mejia. Atlet baseball asal Venezuela itu mengaku lolos dari maut hanya karena lift yang dinaikinya berhenti di lantai yang tidak semestinya, sekitar 40 detik sebelum hotel tempatnya menginap mulai runtuh akibat gempa dahsyat.
Mejia, yang kini berusia 36 tahun, meyakini kejadian tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan campur tangan Tuhan.
Melansir detikProperti, insiden itu terjadi pada Rabu (24/6), sesaat sebelum gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Venezuela.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Mejia baru saja selesai berolahraga di pusat kebugaran hotel dan hendak kembali ke kamar yang berada di lantai enam. Ia pun masuk ke lift dan menekan tombol menuju lantainya.
Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Alih-alih bergerak naik, lift justru meluncur ke lantai bawah tanah.
"Saya berada di area gym. Dan pada saat itu, saya naik lift untuk pergi," kata Mejia, dikutip dari New York Post.
"Sebenarnya, saya menekan nomor enam, yaitu lantai saya. Tapi saya pikir itu kehendak Tuhan karena bukannya naik, lift itu malah turun ke ruang bawah tanah," lanjutnya.
Sesampainya di lantai bawah, pintu lift terbuka menuju area lobi. Mejia segera keluar dari hotel. Beberapa saat kemudian, bangunan itu mulai ambruk akibat guncangan gempa.
"Pintu itu langsung terbuka ke lobi. Saat itulah saya keluar dan bangunan itu mulai runtuh," katanya.
Menurut Mejia, seluruh rangkaian peristiwa itu terjadi hanya sekitar 40 detik sebelum hotel roboh.
Di tengah kepanikan, ia sempat membantu seorang pria lanjut usia keluar dari bangunan. Mejia mengaku hanya dirinya dan pria tersebut yang berhasil menyelamatkan diri dari hotel yang hancur akibat gempa.
Saat bencana terjadi, Mejia menginap di sebuah hotel di Kota La Guaira, salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Pemerintah setempat memperkirakan sekitar 70.000 keluarga terdampak akibat gempa tersebut.
"Ini telah menjadi zona bencana," kata penjabat Presiden Delcy Rodriguez.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore. Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan runtuh dan puing-puing berserakan di berbagai wilayah.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan melalui televisi pemerintah bahwa beberapa bangunan di Caracas mengalami kerusakan parah. Ia bahkan menyebut kekuatan gempa yang dirasakan lebih besar dari magnitudo tujuh.
"Hal ini sangat terasa di Trujillo, Yaracuy, Carabobo, Aragua, Miranda, Caracas dan La Guaira," kata Cabello.
Ia menambahkan, kawasan Los Palos Grandes dan Altamira di Caracas menjadi dua wilayah yang mengalami dampak paling serius akibat gempa tersebut.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
(dhw/dir)
