Unik! NASA Ungkap Dua Planet Raksasa dengan Kepadatan Super Rendah

Kabar Internasional

Unik! NASA Ungkap Dua Planet Raksasa dengan Kepadatan Super Rendah

Virginia Maulia Putri - detikJabar
Minggu, 28 Jun 2026 21:30 WIB
Perbandingan ukuran planet TOI-791b dan TPI-791c dengan planet di tata surya
Foto: NASA/Daniel Rutter
Bandung -

Satelit survei exoplanet (TESS) milik NASA baru saja mengungkap temuan mencengangkan di kedalaman antariksa. Dua planet raksasa berjuluk 'super mengembang' ditemukan dengan karakteristik yang tak lazim. Meski ukurannya sebesar Jupiter, kedua planet ini ternyata sangat ringan dengan tingkat kepadatan rendah yang sebanding dengan permen kapas.

Kedua planet unik tersebut diketahui mengorbit bintang serupa Matahari bernama TOI-791, yang berjarak sekitar 1.113 tahun cahaya dari Bumi. TESS pertama kali mendeteksi keberadaan mereka lewat pengamatan penurunan kecerahan cahaya TOI-791 yang terjadi secara berulang-sebuah tanda kuat adanya planet yang tengah melintas atau transit di depan bintang tersebut.

Planet pertama, yang dinamai TOI-791b, memiliki dimensi yang setara dengan Jupiter, namun massanya hanya 3 persen dari sang raksasa gas tersebut. Sementara itu, planet kedua yang disebut TOI-791c, punya ukuran yang jauh lebih besar dibanding Jupiter, tetapi massanya cuma 5,9 persen saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepadatan yang super rendah bukan satu-satunya hal luar biasa dari kedua planet ini. NASA menemukan bahwa keduanya terkunci dalam pola orbit unik yang memungkinkan mereka untuk saling tarik-menarik satu sama lain.

Saat mengorbit bintang induknya, kedua planet ini bergantian saling memberikan pengaruh gravitasi yang berdampak pada waktu transit mereka. Para ilmuwan menggunakan variasi waktu orbit tersebut untuk menghitung massa planet secara akurat, sekaligus memperkuat status TOI-791b dan TOI-791c sebagai planet dengan kepadatan paling rendah yang pernah ditemukan.

"Hanya sedikit dari planet super mengembang ini yang diketahui, dan lebih jarang lagi menemukan dua planet dengan karakteristik ini dalam sistem yang sama," kata kepala tim peneliti George Dransfield dari Universitas Oxford, seperti dikutip dari Space.com, Minggu (28/6/2026).

"Kepadatan mereka yang sangat rendah menjadikan mereka target yang menarik untuk memahami bagaimana sistem planet terbentuk dan berevolusi," sambungnya.

Selain ringan, kedua planet ini juga memiliki waktu orbit yang tergolong lama. TOI-791b membutuhkan waktu 139 hari untuk sekali mengelilingi bintangnya, sedangkan TOI-791c memerlukan waktu hingga 232 hari.

Meski begitu, misteri besar masih menyelimuti TOI-791b dan TOI-791c. Melalui observasi lebih lanjut, para peneliti berharap dapat membedah lebih dalam mengenai susunan kimia atmosfernya, bagaimana putaran planet memengaruhi bentuknya, hingga teka-teki besar tentang bagaimana planet 'permen kapas' seperti itu bisa terbentuk di alam semesta.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Bikin Bangga! Siswa SMA di Pinrang Dapat Penghargaan dari NASA"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads