Cerita Petani Padi Beralih ke Mentimun Hadapi Musim Kemarau

Serba-serbi Warga

Cerita Petani Padi Beralih ke Mentimun Hadapi Musim Kemarau

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 01 Jul 2026 05:00 WIB
Rohman, petani mentimun di dekat Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
Rohman, petani mentimun di dekat Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Jarum jam tepat menunjuk pukul 13.00 WIB, ketika matahari sedang terik-teriknya dan membakar kulit, seorang petani nampak sibuk memasang tali ke batang bambu yang ada di sebidang tanah yang tak jauh dari megahnya Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Keringat membasahi wajahnya, namun jemari pria itu tetap bergerak cekatan. Dengan ritme yang pasti, ia melilitkan tali dari satu bilah bambu ke bambu lain yang terpancang kokoh di atas pematang.

Di lahan berlumpur inilah, jajaran bambu dan untaian tali tersebut sengaja dirajut sebagai penopang budidaya mentimun yang tengah ia rintis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rohman tak ingin mengambil risiko. Walau aliran sungai di sekitar lahan garapannya belum sepenuhnya kering, ingatan akan ancaman kemarau panjang membuatnya bergerak cepat.

Ketimbang merugi akibat nekat menanam padi yang rakus air, petani ini memilih membalik tanahnya untuk komoditas lain yang lebih tangguh yakni mentimun.

ADVERTISEMENT

"Air susah di musim kemarau. Air (buat timun) ada aliran dari permukiman," kata Rohman kepada detikJabar, Selasa (30/6/2026).

Rohman pilih tanam mentimun, selain kuat di saat kemarau, dalam jangka dua bulan, mentimun sudah bisa dipanen.

"Kalau mentimun dua bulan panen, kalau padi sampai empat bulan, lama bangat," tuturnya.

Meski demikian, Rogman sebut ada juga petani yang masih tanam padi. Namun biasanya lahannya berdekatan dengan saluran air.

"Ada yang berkebun, ada yang sawah lagi, yang dekat dengan sungai ditanam padi lagi, kalau yang jaraknya jauh dibuat kebun," jelasnya.

Pantauan detikJabar, ada lahan bekas swah tidak ditanam lagi di musim kemarau, ada juga yang tanam jagung dan jenis sayur lainnya. Tak hanya itu, ada lahan yang sudah ditanam padi, namun tidak ada airnya akibat air di saluran sungainya sudah hampir menipis.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads