Polisi Ungkap Fakta Kematian Tak Wajar Pejabat Pemkab Purwakarta

Polisi Ungkap Fakta Kematian Tak Wajar Pejabat Pemkab Purwakarta

Dian Firmansyah - detikJabar
Selasa, 30 Jun 2026 19:50 WIB
Conceptual shot of feet with a hospital information ring and tag representing death
Ilustrasi (Foto: Getty Images/nico_blue).
Purwakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Teka-teki kematian tak wajar Yogi Saleh, pejabat Pemkab Purwakarta, mulai terkuak. Polisi berhasil mengumpulkan fakta-fakta yang mengarahkan kepada penyebab kematian korban yang diduga akibat bunuh diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara, penyidik telah menemukan adanya kesesuaian antara rangkaian peristiwa yang diduga terjadi dengan sejumlah fakta di lokasi kejadian. Meski demikian, ia belum bisa menyimpulkan secara utuh penyebab kematian pejabat Pemkab tersebut.

"Perkara ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi. Namun, sementara ini sudah ada kesesuaian antara alur kejadian dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan," kata Made saat dikonfirmasi detikJabar melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2026).

ADVERTISEMENT

Made menjelaskan, kematian korban diduga akibat upaya percobaan bunuh diri. Namun, sampai saat ini polisi masih terus mendalami terkait dugaan tersebut.

"Ini masih dugaan namun ada kesesuaian antara fakta dan data. Untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari sampel keringat yang ditemukan pada kabel maupun tubuh korban untuk memastikan keterkaitannya," katanya.

Dalam upaya percobaan bunuh diri kedua, penyidik menemukan botol parfum di sekitar TKP dan cairan parfum di lambung korban. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap cairan yang ditemukan di tubuh korban dan botol parfum yang diamankan dari lokasi kejadian, apakah sesuai atau tidak.

Ketiga, korban diduga melakukan upaya menyakiti diri sendiri dengan menggunakan senjata tajam. Hal itu diperkuat dengan temuan luka di leher dan perut korban. Dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lebih lanjut.

"Ketiga diduga korban menusukkan pisau dapur ke leher dan perut, tapi kami masih menunggu hasil pasti, baru bisa kami simpulkan. Namun hasil sementara penyebab kematian karena ulrusaknya ulu hati," ungkap Kasat.

Terkait motif bunuh diri, Made masih melakukan penyelidikan. Ia terus mendalami pemeriksaan saksi-saksi mulai dari rekan kerja, keluarga, hingga data digital milik korban.

"Kami visum istri korban tapi tidak ada bekas perlawanan atau penyerangan, kami juga periksa rekan kerja tapi belum bisa di simpulkan apakah korban depresi akibat pekerjaan atau seperti apa," pungkasnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Purwakarta kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di rumah korban di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta.

Proses tersebut melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yogi Saleh.

YS, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada BKAD Purwakarta, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di kamar rumahnya pada Minggu (14/6/2026) malam.

Korban pertama kali ditemukan setelah istrinya pulang menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertuanya. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah sebagai dasar penentuan kesimpulan akhir penyelidikan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Terlilit Utang, Kades di Sidoarjo Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads