Perusahaan Kapur Disanksi Usai Bikin Gunungmasigit 'Bersalju'

Perusahaan Kapur Disanksi Usai Bikin Gunungmasigit 'Bersalju'

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 01 Jul 2026 16:06 WIB
Power Plant in the sunrise
Ilustrasi (Foto: Getty Images/querbeet)
Bandung Barat -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat menjatuhkan sanksi administratif terhadap satu perusahaan pengolah kapur di kawasan Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pemberian sanksi itu berdasarkan hasil pemanggilan lalu permintaan keterangan perusahaan tersebut beberapa hari sebelumnya. Dalam berita acara pemeriksaan, sanksi mengharuskan perusahaan memperbaiki dokumen lingkungan, mengurangi kapasitas produksi, hingga memasang alat pengendali emisi.

"Berdasarkan pemeriksaan, perusahaan belum memiliki sistem pengendalian emisi yang memadai sehingga debu hasil produksi berpotensi lepas ke udara. Atas dasar hal itu, perusahaan dijatuhi sanksi administratif," ujar Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Bandung Barat, Adhi Setyowibowo, saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cuma itu saja, selama perusahaan belum memasang alat penyedot debu atau suction system di area produksi, maka kapasitas produksi pengolahan batu kapur mesti dikurangi. Dampak tidak adanya penyedot debu, menyebabkan debu halus beterbangan hingga keluar kawasan industri dan mencemari lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

"Selama belum memasang suction system atau exhaust, kapasitas produksi perusahaan harus dikurangi. Kemudian mereka wajib menyusuk peraturan teknis emisi, air limbah domestik, dan dokumen lingkungan lainnya," kata Adhi.

Polusi itu sebelumnya viral di media sosial. Jalan Raya Padalarang-Cianjur, tepatnya Kampung Pamucatan, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak 'berselimut salju' seperti di luar negeri yang punya musim salju.

Permukaan jalan, dinding dan atap bangunan, serta tanaman di tepi jalan nasional itu memutih seolah-olah diselimuti salju. Persis seperti jalanan bak Jepang, Korea Selatan, hingga Swiss yang bernuansa sama ketika memasuki musim dingin.

Namun warna putih yang mewarnai benda-benda di sepanjang jalan itu bukanlah salju sesungguhnya, melainkan debu-debu dari pabrik pengolahan batu kapur. Partikel-partikel kecil itu menempel di permukaan kulit dan kaca mobil maupun helm pengendara motor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Ibrahim Adjie, mengatakan Ibrahim lapisan putih serupa salju yang menyelimuti kawasan tersebut ialah debu yang berasal dari aktivitas perusahaan pengolahan batu kapur

"Kalau peninjauan langsung ke lokasi yang viral itu, dipastikan warna putih tersebut merupakan debu dari pengolahan batu kapur," kata Ibrahim.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads