Lagu berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" milik Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) tengah menuai sorotan tajam. Lirik lagu berbahasa Sunda tersebut viral lantaran dinilai bias gender dan mengandung stereotip yang merendahkan perempuan.
Berikut 4 fakta kontroversi lagu Bupati Purwakarta yang dirangkum detikJabar:
1. Lirik Dinilai Jadikan Beban Biologis sebagai Candaan
Lagu yang diunggah di akun TikTok pribadi @omzein_bupatiaing pada 18 Januari 2026 tersebut membandingkan pengalaman menjadi laki-laki dan perempuan. Beberapa penggalan liriknya secara gamblang menyinggung persoalan biologis perempuan, mulai dari kehamilan, keguguran tujuh kali, menstruasi, hingga penggunaan bra, yang dinilai sebagian kalangan sebagai candaan tidak sensitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Tuai Kecaman dari Warganet
Video lagu tersebut menuai banyak komentar kekecewaan dari warganet yang menyayangkan lirik dari seorang kepala daerah.
"Teu mantes lagu teh pa punten lirikna (enggak pantes lagunya pak, maaf liriknya," tulis akun Jin.
"Pengen tau dibalik maksud lagunya," tutur Pang*ai.
"Saya sangat prihatin denger isi dari liriknya," kata tar412.
"sebagai warga purwakarta saya malu:(," ujar ay.
3. Atalia Praratya Kritik Keras Isi Lagu
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya turut melontarkan kritik pedas. Ia menilai lirik tersebut tidak memiliki ruang penghormatan terhadap perempuan dan justru bertentangan dengan nilai silih asih dalam budaya Sunda.
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia.
"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah... Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan... Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih? Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," jelas Atalia Praratya.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?" pungkasnya.
4. Permintaan Maaf Bupati Purwakarta
Atas viralnya polemik lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" tersebut, Om Zein akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
"Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tutur Om Zein.
