Musibah memilukan terjadi di Kolam Renang Tirta Permata, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun berinisial NAN tewas usai tenggelam saat tengah asyik bermain air pada Rabu (1/7/2026) sore.
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyisiran dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. Berikut 6 fakta lengkap terkait insiden tenggelamnya bocah tersebut yang dirangkum detikJabar, Kamis (2/7/2026):
1. Polisi Tak Temukan Korban di TKP karena Sudah Dievakuasi
Mendapat laporan adanya insiden tersebut, jajaran Polsek Palabuhanratu langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun, setibanya di sana korban sudah dilarikan oleh warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat pihak kepolisian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, kondisi korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal," ujar Kapolsek Palabuhanratu AKP Yaser Arafat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).
"Pihak kepolisian tidak mendapati korban di lokasi karena sudah dilarikan ke RSUD Palabuhanratu. Namun, informasi di lapangan menyebutkan korban sudah meninggal di lokasi karena tenggelam," sambungnya.
2. Sang Bibi Syok Usai Tinggalkan Korban ke Area Loket
Petaka bermula saat korban yang ditemani sang bibi asyik menyelam bersama dua keponakannya. Nahasnya, saat kejadian sang bibi sedang berada di area loket untuk menjemput kerabat lain, sehingga korban luput dari pengawasan orang dewasa.
"Bibi korban syok karena korban sudah dalam keadaan tidak bergerak," terang Yaser.
Pekerja kolam, Ucup Supratman (51), membenarkan bahwa pengantar korban tengah berada di area loket tiket bersamanya, serta memastikan orang tua kandung korban tidak ada di tempat.
"Di tiket, sedang di tiket. Iya, bareng sama saya datengnya gitu lah. Heeh, barengannya sama saya gitu," tutur Ucup.
"Enggak ada, enggak ada orang tuanya. Uanya, kalau dibilang uanya atau apa kita nggak tahu, yang penting oh ini mungkin ibunya kan gitu," terangnya.
3. Pekerja Kolam Sempat Terlambat Akibat Sakit
Ucup yang bertugas merawat kebersihan air mengaku tidak melihat langsung BeritaKlik-BeritaKlik kejadian. Ia baru tiba di area loket pada pukul 16.00 WIB karena kondisi tubuhnya sedang tidak bugar.
"Membersih kolam bagian ngobat, ngobat, membersih kolam itu aja," ujar Ucup soal tugasnya.
"Di atas di tiket baru datang soalnya kita, ya. Soalnya kan jam 4 (16.00 WIB) kita datang, heeh gitu. Biasanya sih setengah 4 udah datang, cuman lagi nggak enak badan gitu," ungkapnya.
4. Ditolong Pengunjung dan Sempat Dapat Penanganan Darurat
Saat tubuh korban mengambang, seorang pengunjung segera turun tangan mengangkatnya dari dasar air. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban sempat mendapatkan penanganan darurat dari warga di sekitar kolam.
"Udah diangkat di sana, sudah diangkat. Oleh itu Pak Rohman guru itu les, setahu saya gitu, nggak tahu yang persis dari bawahnya kita nggak tahu," kisahnya.
"Di pertolongan pertama dulu gitu sama yang tahu gitu, ya. Langsung dibawa ke IGD sih, nggak lama," imbuh Ucup.
5. Polisi Gelar Olah TKP di Kolam Berkontur Miring
Untuk mengusut tuntas kejadian ini, petugas dari Satreskrim Polres Sukabumi ditargetkan untuk segera menggelar olah TKP dengan menyisir tepian kolam berair biru tersebut dan memeriksa kedalamannya.
"Paling dalem itu 18 (1,8 meter). Kalau yang ujung itu 1 meteran lah. Iya, jadi posisinya gitu (miring)," pungkas Ucup terkait kontur dasar kolam renang yang bervariasi.
6. Pengelola Kolam Temui Keluarga Korban di Rumah Duka
Usai insiden dan korban dibawa ke rumah duka di kawasan Kampung Sumur Bandung, Nuraini selaku pemilik Kolam Renang Tirta Permata bersama Ketua RW setempat langsung datang melayat ke kediaman keluarga korban, meski tidak banyak membahas detail kejadian.
"Saya mah tadi cuman ini aja, salaman, turut berduka cita, kita nggak banyak ngomong," ujar Nuraini saat ditemui detikJabar di lokasi kolam renang, Kamis (2/7/2026).
"Pak RW, Pak RW aja mungkin ya. Yang komunikasi dengan keluarganya Pak RW," tambahnya.
Simak Video "Video: Momen Tim SAR Evakuasi 3 Korban Kapal Tenggelam di Jambi"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/mso)
