Polemik Lagu 'Lalaki Langit', Kemendagri Segera Panggil Bupati Purwakarta

Polemik Lagu 'Lalaki Langit', Kemendagri Segera Panggil Bupati Purwakarta

Kadek Melda Luxiana - detikJabar
Jumat, 03 Jul 2026 10:44 WIB
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein
Bupati Purwakarta Saeful Bahri Binzein (Foto: Istimewa).
Purwakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai pasang mata terhadap kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul 'Lalaki Langit'. Lagu ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein tersebut, kini tengah menjadi sorotan tajam di internal Kemendagri.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benny Irwan, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan isu ini melalui monitoring media. Pembahasan mendalam di level internal pun sudah dilakukan untuk menyikapi kegaduhan tersebut.

"Kemendagri mengetahui dan mengikuti pemberitaan tersebut dari hasil monitoring media. Atas hal tersebut sudah dilakukan pembahasan secara internal," kata Benny Irwan saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai langkah konkret, Kemendagri berencana memanggil Om Zein dalam waktu dekat. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi langsung terkait lirik lagu yang memicu polemik. Hasil dari pertemuan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Kemendagri untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya.

"Sebagai tindak lanjut, sesuai aturan, maka dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi. Hasil permintaan keterangan atau klarifikasi akan menentukan langkah pembinaan selanjutnya," ujarnya.

Benny menambahkan, proses pemanggilan ini tidak akan memakan waktu lama. Pihaknya menjadwalkan pertemuan tersebut bisa terlaksana dalam hitungan hari.

"Kita tunggu dalam satu, dua hari ini, ya," imbuhnya.

Sebelumnya, lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' karya Om Zein ini memang banjir kritik hingga berujung somasi. Sejumlah pihak menilai lirik dalam lagu tersebut mengandung unsur seksis yang menyudutkan kaum perempuan.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Om Zein telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia berdalih bahwa lagu itu merupakan karya lama yang diciptakan pada tahun 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Purwakarta.

"Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," ujar Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, seperti dilansir detikJabar.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Gelaran Forum Akselerator Negeri 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads